Revitalisasi Pasar Tagog, Pedagang Minta Harga Sewa Kios Tak Mencekik

Headline, KBB, Terbaru1512 Views

BandungKita.id, PADALARANG – Sejumlah pedagang pasar tradisional Tagog Padalarang, mengaku khawatir terkait rencana revitalisasi Pasar Tagog. Pasalnya, pembangunan pasar yang menggandeng investor itu dinilai akan berpengaruh pada pendatan pedagang serta harga sewa tempat.

Seperti diketahui sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalaui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) berencana menggandeng investor untuk revitalisasi pasar.

Salah satu pedagang pasar Tagog Padalarang, Sobar (41), mengaku khawatir setelah Pasar dibangun, harga sewa jongko jauh lebih tinggi dari harga jongko yang sekarang.

“Yang bakal bayar jongkonya kan nanti pedagang-pedagang juga bukan pemerintah,” katanya kepada BandungKita.id saat ditemui di jongkonya, Selasa (22/1/2019).

Meskipun dirinya menyutujui pembangunan pasar, menurutnya hal itu bukan prioritas utama pedagang. Sobar mengatakan persoalan daya beli masyarakat terhadap pedagang kecil, justru adalah masalah utama yang harus ditangani pemerintah.

“Masalahnya kan daya beli konsumen ke pedagang kecil menurun. Nah pengennya saya sih daya beli konsumen ke kita (pedagang pasar) naik,” kata Sobar.

Terlepas dari hal itu, Sobar berharap pembangunan pasar dapat mengakomodir kepentingan pedagang. “Kita mah sok sok aja kalo pasar mau dibangun. Kita ikut seneng juga. Tapi harus dipikirkan juga kesejahteraan pedagang. Jangan sampai habis dibangun malah ngerugiin pedagang,” ujarnya.

Pedang lain yang juga anggota Paguyuban Pedagang Pasar Tagog, Kasmadi (39) mengatakan, dirinya sepakat soal rencana pembangunan pasar. Dengan catatan, sebelum dilaksanakan pembangunan, Pemerintah mengadakan musyawarah terkait harga sewa jongko, iuran kebersihan dan retribusi keamanan, bersama para pedagang.

“Setuju aja. Cuman harus didiskusikan dulu sebelum dibangun, juga sebelum menentukan harga kios. Yang bayar kan pedagang. Kalo pedagang ga setuju mau gimana?,” ungkapnya.

Baca juga : Revitalisasi Pasar Tagog: Pemda Bandung Barat Harus Jamin Kepentingan Pedagang Tak Dirampas Investor

Dia mengaku tarif kebersihan dan keamanan di Pasar Tagog saat ini Rp.6000 per hari. Dengan tarif saat ini ia mengatakan tidak keberatan.

“Harapannya setelah dibangun ya harganya jangan lebih mahal dari yang sekarang lah. Konsumen yang datang ke kita juga tidak banyak,” harapnya.

Menurut Kasmadi, lebih baik pasar terus dikelola oleh pemerintah bukan oleh investor. Karena, lanjutnya, investor punya tujuan cari untung.

“Pengenya pengelolanya pemerintah lagi biar murah. Investor kan pasti akan ngambil untung dari kita kita,” keluhnya.

Baca juga: Harga Bawang Naik, Berikut Informasi Harga Bahan Pokok di Kota Bandung Hari Ini

Meskipun begitu, Kepala UPT Pasar Tagog Padalarang, Mulyadi mengklaim semua pedagang sudah siap soal pembangunan pasar.

“Sebenarnya semua pedagang udah siap. Tinggal kesiapan pemerintah aja,” jelasnya saat ditemui di Kantornya.

Namun, menurut Mulyadi, pedagang ingin ada musyawarah bersama pemerintah dan investor sebelum ada pembangunan.

“Musyawarah sudah digelar beberapa kali dan beberapa investor sudah menawarkan rancangan bangunannya,” ungkapnya.

Rencananya, kata Mulyadi, lelang akan dilakukan secepatnya. Harapannya di 2020 sudah mulai pembangunan. “Semoga aja di tahun ini bisa dilakukan lelang dan mulai pembangunan Di 2020,” pungkasnya.***(BGS/BandungKita)