by

Jembatan Maktal Sungai Cimanuk Belum Bisa Urai Kemacetan: Ini Penjelasan Kepala Dinas PUPR Garut

BandungKita.id, Garut – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, mengakui jembatan maktal yang melintasi Sungai Cimanuk di perkotaan Garut belum dapat digunakan untuk mengurai kepadatan di jalur itu. Padahal pembangunan jembatan tersebut sudah selesai sejak akhir tahun 2018.

“Sampai saat ini jembatan tersebut belum bisa digunakan secara utuh, artinya belum dibuka secara resmi,” kata Kepala Dinas PUPR Garut Uu Saepudin, Rabu (13/2/2019).

Uu menuturkan dana jembatan maktal yang menghubungkan Kecamatan Tarogong Kidul dengan Garut Kota itu dianggarkan pemerintah pusat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebesar Rp 6,3 miliar. Dengan panjang bangunan 45 meter dan lebar 7 meter.

Menurut UU, belum digunakannya jembatan tersebut karena masih menunggu peresmian sekaligus penyerahan secara resmi dari BPBD kepada Dinas PUPR Garut.

“Mudah-mudahan bulan Februari ini sudah ada serahterima dari BPBD ke PUPR agar segera digunakan,” katanya.

Jembatan tersebut, kata UU merupakan jalan utama menghubungkan kawasan Garut Kota dengan beberapa kecamatan yang dapat dilintasi berbagai jenis kendaraan kecil maupun besar.

Selama ini jembatan lama yang dibangun pada Zaman Kolonial, kondisinya sudah tua dan bisa membahayakan pengguna jalan yang melintasi jembatan tersebut. “Jembatan yang baru dibangun itu sebagai bagian kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir Cimanuk tahun 2016,” katanya.

Jembatan yang berada di perkotaan Garut itu masih ditutup, dan seringkali menjadi tontonan warga, dan arena bermain anak-anak. Bahkan, beberapa kendaraan sepeda motor memaksa menerobos jembatan baru tersebut ketika arus kendaraan di jalur lama macet. (M Nur el Badhi/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah