Wasekjen Majelis Zikir SBY Laporkan Dua Oknum TNI ke Denpom Bandung, Ini Penyebabnya

BandungKita.id, CIMAHI – Sejumlah orang tua murid SMA Taruna Pelita Nusantara melaporkan dua orang oknum TNI yang diduga melakukan intimidasi kepada para orang tua murid ke Denpom III/5 Bandung. Mereka berharap Denpom Bandung dapat menindak dua anggota TNI tersebut.

Perwakilan orang tua murid SMA Pelita Nusantara, Gus Yazid Abdurrahman mengatakan kedua oknum anggota TNI itu adalah TR dan LMB. Keduanya adalah anggota TNI aktif.

“Alhamdulillah laporan kami sudah diterima Dandenpom Bandung Letkol Bayu. Kami apresiasi, beliau sangat welcome,” ujar Gus Yazid kepada wartawan di kawasan Cibeureum Cimahi, Senin (16/4/2019) malam.

Menurut Gus Yazid yang juga Wasekjen Majelis Zikir Nurussalam SBY, pelaporan kedua anggota TNI ke Denpom itu disebabkan tindakan dua oknum TNI itu yang dinilai arogan dan selalu mengintimidasi para orang tua murid SMA Pelita Nusantara.

Keduanya, kata Gus Yazid, diduga kuat membekingi pihak yayasan SMA Pelita Nusantara. Hadirnya kedua oknum TNI itu, tambah dia, membuat para orang tua murid sangat resah dan ketakutan karena mereka selalu diancam.

BACA JUGA :

Waduh! H-2 Pemilu, Ada Dugaan Money Politik di Bandung

 

Prabowo-Sandi Janji Tak Ambil Gaji Serupiah pun Bila Terpilih, Begini Kata Sandiaga

 

“Setiap kami mau menyampaikan pendapat atau masukan ke pihak sekolah, kedua oknum TNI ini selalu menghalangi para orang tua murid. Bahkan mengancam dan menghina kami para orang tua murid. Padahal kami ingin menyampaikan masukan demi perbaikan sekolah anak-anak kami,” tutur Gus Yazid.

Tak hanya itu, TR dan LMB juga diketahui malah membenturkan para orang tua murid dengan kelompok orang tua murid lainnya di sekolah tersebut. Keduanya dinilai membuat sekolah Pelita Nusantara menjadi kacau dan acak-acakan.

“Sehingga kami awalnya niat menyekolahkan anak-anak kami, malah saling berantem gara-gara diadu dombakan oleh kedua oknum tersebut,” kata Gus Yazid yang juga merupakan seorang tokoh agama tersebut.

Kedua oknum aparat tersebut, sambung dia, diduga kuat mengambil keuntungan ekonomi dari pihak yayasan sekolah tersebut dengan menjadi beking sekolah berbasis Taruna tersebut. Keduanya memposisikan diri seolah juru bicara pihak sekolah sehingga para orang tua murid takut karena ditekan untuk tak “bersuara”.

“Yang mau bersuara takut karena selalu diintimidasi. Apalagi mereka TNI aktif,” kata dia

Padahal, kata dia, secara aturan seorang anggota TNI aktif tidak boleh menjadi beking lembaga tertentu apalagi sampai mengintimidasi para orang tua murid yang hanya menuntut hak-haknya kepada pihak yayasan.

“Menurut saya mereka sudah mengabaikan protap dan aturan. Setelah saya cek ke atasannya, ternyata mereka tidak dapat izin dari atasan. Apalagi sikap mereka sangat arogan dan mengintimidasi para orang tua murid,” bebernya.

Gus Yazid yang juga berasal dari keluarga besar Jenderal TNI mengaku sangat menyesalkan sikap dua oknum aparat tersebut. “Kepada saya yang berasal dari keluarga Jenderal TNI saja mereka menghina dan menantang, apalagi kepada orang tua murid lain yang berasal dari Sipil. Benar-benar arogan,” katanya.

Selain melaporkan kedua oknum tersebut ke Denpom Bandung, Gus Yazid dan orang tua murid lainnya juga melaporkan keduanya ke Kasad dan Panglima TNI. Terlebih, laporan pertamanya ke Denpom Cijantung dan Kodim 0509 Bekasi sebagai kesatuan kedua oknum tersebut tak ditanggapi.

Ia berharap laporan para orang tua murid SMA Pelita Nusantara dapat disikapi oleh Kasad Jenderal Andika dan Panglima TNI. Sebab, sebagai keluarga Jenderal TNI Purnawirawan, ia dan para orang tua murid merasa diintimidasi oleh dua orang oknum yang masih aktif ini.

“Kami berharap Pak Kasad Jenderal Andika dapat mengawal kasus ini supaya diselesaikan menurut hukum yang berlaku.
Kami keluarga TNI merasa tidak dihormati, diintimidasi dan dihinakan oleh oknum TNI ini,” ujar Gus Yazid. (BandungKita.id)