Buruh di Jabar Turun ke Jalan, Tolak Rencana Revisi UU 13 Tahun 2003

BandungKita.id, BANDUNG – Ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jabar (ABJ) menggelar aksi di halaman Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung, Kamis (22/8/2019).

Buruh meminta agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama dengan DPRD membuat rekomendasi penolakan terhadap rencana revisi Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan rekomendasi tentang penolakan sistem pemagangan nasional.

“Menurut kami revisi itu murni dorongan pengusaha dan karena alasan investasi saja, tapi mengabaikan norma kesejahteraan buruh yang seharusnya dilindungi oleh pemerintah,” kata Koordinator aksi Ajat Sudrajat, di lokasi.

Pihaknya juga menyoroti persoalan rencana pemindahan sejumlah industri di Jawa Barat ke Segitiga Rebana yang berada di kawasan Cirebon. Mereka meminta agar rencana tersebut segera di laksanakan dengan baik tanpa menimbulkan dampak negatif kepada para pekerja.

BACA JUGA:

Gelar Aksi di Depan Gedung Sate, Mahasiswa Papua: Kami Tidak Aman di Sini, Kami Ingin Pulang

 

 

Koalisi Mahasiswa Unpad Kutuk Tindakan Rasisme Terhadap Mahasiswa Papua

 

 

“Kami mohon agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat baik eksekutif maupun legislatif melibatkan aliansi buruh sebagai salah satu stakeholder dalam menentukan segala kebijakan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan,” di Jabar.

Sejauh ini, kata Ajat, Pemprov Jabar dinilai belum berpihak pada buruh. Hal itu terbukti dengan adanya kebijakan tingkat provinsi terkait upah khusus produk tekstil, dan upah khusus sektor tekstil, dan upah sektor perkebunana

“Bahwa kebijakan-kebijakan ini merupakan kemunduran lantaran berujung pada praktek upah murah. Sementara upah minimum sektoral di beberapa kabupaten kota, hingga saat ini ini tak kunjung disahkan oleh Pemprov Jabar,” kata Ajat. (Tito Rohmatulloh/BandungKita).

Editor: Dian Aisyah