Memasuki Musim Hujan, Masyarakat Diimbau Waspadai Lahar Dingin Erupsi Gunung Api

BandungKita, BANDUNG – Memasuki musim hujan, masyarakat yang beraktivitas di sungai yang berhulu di gunung api aktif diminta mewaspadai potensi ancaman banjir lahar dingin.

Demikan ditegaskan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani dalam siaran persnya, Rabu (30/10/2019).

Dilansir dari CNN Indonesia, Sutopo menjelaskan fenomena alam munculnya banjir lahar dingin diakibatkan letusan atau erupsi gunung berapi yang menyemburkan berbagai material seperti abu, kerikil, pasir, sampai bongkahan batuan yang mengendap di sekitar kawah dan lereng gunung.

 

BACA JUGA:

BMKG Pusat Pasang Alat Pendeteksi Gempa di Kabupaten Bandung

 

Apabila turun hujan, air akan bercampur dengan material dari letusan itu dan bergerak mengalir menuruni lereng ke arah hilir sungai dengan membawa segala material letusan.

Salah satunya berpotensi di aliran sungai yang berhulu di Gunung Gamalama Maluku Utara. Gunung berstatus level II Waspada tersebut mengalami erupsi minor pada 4 Oktober 2018 lalu.

Lalu pada 29 Oktober 2019 dalam rekaman seismograf tercatat 1 kali gempa hembusan, 1 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa tektonik lokal, 21 kali gempa tektonik jauh dan 1 kali getaran banjir/lahar. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

Editor: Dian Aisyah