by

Demi Profesionalitas, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa KBB Gelar Pelatihan dan Sertifikasi

BandungKita.id, NGAMPRAH – Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bandung Barat menggelar pelatihan ahli muda Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Penyelenggaraan pelatihan yang berlangsung 18-20 Maret 2021 tersebut diperuntukan bagi kelompok kerja (Pokja) unit pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Bandung Barat yang diikuti oleh 17 orang peserta.

Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menjamin pengadaan barang dan jasa agar lebih terintegrasi sesuai dengan tujuan, prinsip dan etika pengadaan barang/jasa pemerintah, serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaan barang/jasa bidang konstruksi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Bagian (Kabag) Pengadaan Barang dan Jasa, Setda KBB, Anni Roslianti menjelaskan, kegiatan pelatihan ini juga dilakukan sebagai upaya untuk menjamin tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang kompeten. Khususnya peningkatan keterampilan dan keahlian di bidang PUTR.

“Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda KBB yang bekerjasama dengam Firma KM dan partner menyelenggarakan pelatihan ahli muda K3 kontruksi,” kata Anni.

Ia menambahkan, pelatihan dan sertifikasi ini juga merupakan upaya meningkatkan kompetensi para petugas pengadaan barang dan jasa yang handal sesuai dengan amanat Undang-undang kontruksi tentang jasa kontruksi nomor 2 tahun 2017 pasal 70 Ayat (1) yang mengamanatkan bahwa masing-masing tenaga kerja kontruksi yang bekerja di bidang konstruksi wajib memiliki sertifikat kompetensi.

“Atas dasar itulah para peserta pelatihan diharapkan akan menghasilkan ASN yang kompeten dan profesional dalam bidang keselamatan kontruksi serta dapat meningkatkan kemampuan dan keahlian dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap K3 kontruksi,” katanya.

Ia pun berharap, dengan kegiatan pelatihan ini juga dapat mewujudkan penyelenggaraan kontruksi mencapai nihil angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Oleh karena itu, SDM Pokja Pemilihan yang berkualitas dan profesional menjadi salah satu faktor penting terwujudnya hal tersebut.

“Selain meningkatkan kemampuan dan kompetensi, ini juga sebagai upaya untuk mencetak SDM ahli muda K3 kontruksi yang profesional dan berkualitas,” pungkasnya.

Ia pun berharap, dengan kegiatan pelatihan ini juga dapat mewujudkan penyelenggaraan kontruksi mencapai nihil angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Oleh karena itu, SDM Pokja Pemilihan yang berkualitas dan profesional menjadi salah satu faktor penting terwujudnya hal tersebut.

“Selain meningkatkan kemampuan dan kompetensi, ini juga sebagai upaya untuk mencetak SDM ahli muda K3 kontruksi yang profesional dan berkualitas,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) KBB, Asep Sodikin mengatakan, dalam setiap penyelenggaraan jasa kontruksi pengguna jasa dan penyedia jasa wajib memenuhi standar dan keamanan, keselamatan kerja dan keberlanjutan sesuai dengan Undang-undang nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi.

“Bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional,” jelasnnya.

Ia menyebut, ahli K3 konstruksi merupakan tenaga tehnis yang mempunyai kompetensi khusus dari mulai merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi sistem manajemen K3 (SMK3) kontruksi. Hal tersebut dibuktikan dengan sertifikat pelatihan yang diterbitkan oleh lembaga atau instansi berwenang sesuai dengan Undang-undang.

“K3 adalah sebuah ilmu untuk antisipasi, rekognisi, evaluasi dan pengendalian bahaya yang muncul di tempat kerja yang dapat berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan pekerja serta dampak yang mungkin dirasakan oleh komunitas sekitar dan lingkungan umum,” katanya.

Asep menegaskan, pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tersebut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap setiap petugas atau pekerja yang berkaitan dengan K3 agar memiliki kompetisi sesuai dengan penugasannya.

“Sehingga dapat dicapai K3 yang baik, disiplin dan terarah untuk mewujudkan zero accident,” pungkasnya.(Team/BandungKitaid)