Pihak BAF Sampaikan Klarifikasi, Sepeda Motor Telah Dikembalikan

BandungKita.id, Bandung – Perusahaan pembiayaan/leasing sepeda motor PT Bussan Auto Finance (BAF) membantah pernyataan Sindiyani di BandungKita.id yang menduga mereka telah menggelapkan sepeda motor milik Sindiyani. Menurut pihak BAF, sepeda motor milik Sindiyani telah dikembalikan kepada pemiliknya.

Head Collector PT BAF Bandung, Albert mengatakan pihaknya sudah menyerahkan sepeda motor yang digunakan Sindiyani kepada yang bersangkutan setelah difasilitasi oleh satu ormas besar di Kota Bandung. Namun anehnya, kata dia, Sindiyani menyatakan di media bahwa motornya masih belum dikembalikan.

“Kami merasa pernyataan Sindiyani di media itu tidak benar. Karena kami sudah menyerahkan sepeda motor yang digunakannya. Tapi di media, dia bilang bahwa kami berusaha menggelapkan sepeda motornya,” kata Albert kepada BandungKita.id, belum lama ini.

Pernyataan Albert tersebut menanggapi pemberitaan yang ditayangkan BandungKita.id mengenai motor karyawan media online BandungKita.id, Sindiyani yang disita di jalanan oleh debt collector dari PT Bhuntara Sila Semesta yang ditunjuk pihak BAF.

Berikut link berita tersebut, bandungkita.id/2021/06/25/parah-debt-collector-baf-jegal-motor-karyawan-media-saat-bertugas/

Sebelumnya diberitakan BandungKita.id, bahwa sepeda motor salah seorang karyawan media BandungKita.id, Sindiyani diberhentikan oleh dua orang debt colector ketika Sindiyani dalam perjalanan ke daerah Kopo Sayati Bandung untuk mengurus dokumen perusahaan, pada Selasa (15/6/2021) sekitar pukul 12.04 WIB.

“Tiba-tiba di daerah Holis diberhentikan oleh dua orang yang mengaku leasing dari PT Bhuntara Sila Semesta yang ditunjuk oleh PT Bussan Auto Finance (BAF),” tutur Sindiyani.

Sindi menjelaskan, lantaran merasa memiliki tunggakan cicilan dirinya berhenti. Ia mengaku, debt collector tersebut mengajaknya ke kantor BAF pusat.

“Saya kooperatif ketika diajak ke kantor pusat,” jelasnya.

Kendati demikian, Sindi mengaku merasa dibohongi lantaran tindakan yang dilakukan debt collector tersebut tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

“Saya masih kooperatif saat diminta menyerahkan kunci dan STNK dengan alasan untuk mengecek nomor rangka dan nomor mesin,” ujarnya.

“Tahunya motor saya gak bisa dibawa dan ditahan,” sambungnya.

BACA JUGA:

Angka Kasus Covid-19 dan BOR di Jabar Alami Penurunan

Lebih Rentan Terpapar Covid-19, Yana Instruksikan Dinkes Beri Perhatian ODHA

Pemkot Bandung Catat Angka Kasus Aktif Covid-19 dan BOR Alami Penurunan

Padahal kata dia, cicilan sepeda motornya hanya menyisakan tiga bulan cicilan lagi. Sehingga, ia berusaha mencari pinjaman dulu untuk melunasi tunggakannya dan mendapat persetujuan dari seorang yang bernama Albert selaku pihak BAF.

Setelah dana pelunasan tersedia, kata Sindi, dirinya kembali ke kantor BAF. Namun, kendaraan miliknya sudah tidak ada di kantor BAF. Sindi menilai ada upaya menggelapkan sepeda motor miliknya.

Namun Albert memiliki alasan lain. Menurutnya, ketika Sindiyani mengklaim sepeda motornya telah disita, pihaknya langsung berusaha mencari sepeda motor atas nama Sindiyani.

“Tapi setelah kami cari-cari tak ada satu pun sepeda motor yang disita collector kami atas nama Sindiyani. Kami juga bingung nyarinya karena di media tidak disebutkan sepeda motor apa, pelat nomornya berapa. Jadi bukan digelapkan. Sindiyani itu bukan kreditur kami. Ternyata krediturnya atas nama suaminya,” tutur Albert.

Ia berpandangan pihaknya perlu melakukan klarifikasi untuk meluruskan pemberitaan yang sudah kadung tersebar luas dan menjadi konsumsi perbincangan publik yang secara tidak langsung telah mencoreng citra baik pihak BAF.

“Kami berharap dengan adanya klarifikasi ini dapat menjelaskan duduk permasalahan yang sebenarnya dan tidak sepihak,” ujarnya yang didampingi beberapa karyawan BAF lainnya.

Pihak BandungKita.id pun menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan wartawan kami yang belum sempat melakukan konfirmasi sebelum menurunkan berita tersebut. Sebagai gantinya, hak jawab ini kami penuhi sebagai bentuk kewajiban kami memberikan ruang klarifikasi agar pemberitaannya menjadi berimbang. (M Zezen Zainal M/BandungKita.id)