by

Bikin Bangga, Atlet Cabor Dayung Asal Ciburuy Sukses Dulang Emas di PON XX 2021

BandungKita.id, KBB – Prestasi gemilang diraih putra daerah asal Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat, Andri Agus Mulyana yang berhasil mendulang medali emas pada Pekan Olahraga Nasional XX 2021 di Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Selasa 28 September 2021.

Pasalnya, Andri bersama pasangannya Indra Hidayat asal Pangalengan menorehkan catatan waktu tercepat, yakni 03:36.741 pada nomor lomba kayak putera cabang olahraga Dayung Canoeing.

Sementara medali perak diraih Irwan dan Didi Jariandi dari Kalimantan Tengah dan medali perunggu diraih pasangan Subhi dan Muhammad Romi Padli.

Secara eksklusif, kepada BandungKita.id Andri mengungkapkan rasa bangganya lantaran kerja kerasnya telah membuahkan hasil.

“Rasanya tentu bangga, senang, sedih, campur aduklah. Capenya hilang kalau juara,” katanya saat dihubungi BandungKita.id, Selasa 28 September 2021.

“Sedihnya karena perjuangannya tidak sia-sia ninggalin keluarga dan membuahkan hasil,” sambungnya.

Andri menuturkan, dirinya telah menggeluti olahraga dayung sejak kelas 3 (tiga) sekolah menengah pertama (SMP) sejak 2009.

“Fokus di cabor ini udah lama, tepatnya tiga tahun lalu,” ujarnya.

Dalam prosesnya, kata dia, dirinya menerapkan berbagai pola latihan yang harus dilakukan secara konsisten, yakni 3-4 kali sehari terutama saat mendekati lomba.

“Intinya di air, biasanya kalau pagi latihan di kayak perahu naga. Siangnya terkadang lari, kadang gym dan juga renang. Untuk sorenya biasanya di air lagi, di danau,” katanya.

Kendati demikian, sambung dia, terkait strategi untuk memenangkan kejuaraan ini, dirinya menyerahkan seluruhnya kepada pelatih.

“Kalau masa persiapan harus gimana, kita ngikutin aja arahan dari pelatih. Kita tinggal menjalani, kita yang ngerasain paling nanti kalau dikayak atau perahunya enaknya kaya gimana, baru itu kita yang main, termasuk program strategi dari pelatih semuanya,” bebernya.

Menurut pria berusia 26 tahun ini mengaku, menghadapi lawan yang cukup tangguh seperti Papua (tuan rumah), Sulawesi Tenggara, Kalimantan tengah, Jambi, Kalimantan Selatan.

Menurutnya, lawan yang paling berat dalam pertandingan tersebut berasal dari Kalimantan Tengah.

“Yang cukup ada perlawanan itu dari Kalteng,” ucapnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, keberhasilan yang diraihnya tak lepas dari chemistry yang baik dari pasangan timnya, yakni Indra Hidayat.

Menurutnya, untuk membangun chemistry itu tidak mudah, ada banyak hal yang harus dilakukan bersama-sama.

“Kaya makan jamnya harus sama, bareng dan harus berdua, ibaratnya jam tidur juga harus bareng. Seperti tidur jam 9, jangan yang satu tidur jam 10 atau jam 11,” tuturnya.

Baca Juga:

Minimalisir Bencana Banjir Jelang Musim Hujan, Sekda Ema Pinta Aparat Kewilayahan Lakukan Antisipasi

Sekda Ema Pastikan Tidak Ada Klaster COVID-19 pada PTM Terbatas di Kota Bandung

Pemkot Bandung Wajibkan Karyawan Tempat Wisata Divaksin

Ia mengaku, sudah bersama dengan Indra Hidayat sejak awal tahun 2021.

“Kemana-mana ya berdua terus, sebenarnya kalau yang saya rasain chemistry itu jadi lebih kaya saudara. Jadi kaya bukan teman lagi udah kaya saudara,” ujarnya.

Ia berharap, usai PON berakhir dirinya bercita-cita ingin mengikuti Seagames dan Asean Games di tahun depan.

“Mudah-mudahan terus berlanjut, karena kan kalau Sea Games dan Asean Games gak terbatas diumur. Hanya PON aja yang dibatas umur sampai 28 tahun,” harapnya.

Sebelumnya, dii nomor lomba kayak 1 putera 1.000 meter, Mayzir Riyondra dari Provinsi Riau menyabet emas dengan catatan waktu 03:50.198. Sementara medali perak diraih Joko Adriyanto dari Provinsi Jambi, sedangkan medali perunggu diraih Angga Suwandi Putra dari DKI Jakarta.

Nomor lomba cano 1 putera 1.000 meter, Muhammad Burhan dari Sulawesi Tenggara berhasil menyabet medali emas dengan catatan waktu 04:18.165. Sementara medali perak diraih Yuda Firmansyah dan perunggu diraih Zubakri dari Jambi.

Sedangkan di nomor cano 2 putera, pasangan Jawa Barat Muhammad Yunus dan Roby Kuswandi berhasil membawa pulang medali emas dengan catatan waktu 04:03.986. Sementara medali perak diraih pasangan Muhammad Burhan dan Sofiyanto, sedangkan medali perunggu diraih pasangan dari Papua Barat Ancong Vetli Monim dan Yunias Stengkol Kadop. (Tim BandungKita.id) ***