by

Nakes RSUD Cikalongwetan Mogok Kerja Tuntut Upah, Pelayanan Sempat Terhenti

-KBB-260 Views

BandungKita.id, Bandung Barat – Ratusan tenaga kesehatan (Nakes)
RSUD Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan aksi mogok kerja. Kamis, (17/2/2022) pagi.

Mereka menuntut pencairan upah pelayanan atau Uang Jasa Pelayanan (Jaspel) selama satu tahun sepanjang 2021.

Akibat aksi mogok tersebut, pelayanan di RSUD Cikalongwetan sementara terhenti.

Sejumlah nakes yang melakukan aksi mogok kerja itu di antaranya, perawat, bidan, dokter, hingga tenaga administrasi yang berstatus non PNS atau Tenaga Kerja Kontrak (TKK).

Seorang TKK RSUD Cikalkngwetan, Rizki Pranajaya, mengatakan, aksi mogok kerja ini dilakukan oleh tenaga kesehatan yang bertugas mengurusi pelayanan masyarakat.

“Aksi mogok ini merupakan jalan terakhir kami setelah jalur mediasi tak menemui titik temu. Kami cuma menuntut hak kami, yakni dana Jaspel 2021,” ujarnya.

Rizki menerangkan, dana Jaspel satu tahun pada 2021 belum cair.

Menurutnya, upah tersebut adalah hak para tenaga pelayanan yang semestinya diterima para pegawai RSUD Cikalongwetan khususnya, bidang pelayanan.

“Januari 2022 itu cair yang jasa pelayanan pasien umum. Tapi anehnya kenapa yang tahun 2021 itu belum dibayarkan. Itu kan hak kami,” ujarnya.

Sebelumnya, Rizki menuturkan, para tenaga pelayanan RSUD Cikalongwetan pernah melakukan langkah kooperatif dengan mediasi bersama pimpinan rumah sakit.

Namun, lanjut Rizki, upaya kooperatif tersebut sia-sia, Nakes hanya bisa gigit jari menunggu hak mereka diberikan.

“Sudah ditanyakan kenapa enggak bisa dicairkan karena terkait Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran). Padahalkan jasa pelayanan itu enggak ada kaitannya dengan dinas, itu masalah rumah sakit,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan KBB, Eisenhower Sitanggang, meminta, agar aksi mogok ini tidak berlarut-larut.

Ia menginstruksikan, Direktur RSUD Cikalkngwetan bisa membuka ruang mediasi untuk menampung tuntutan para nakes.

“Hari ini juga catat dan tindaklanjuti tuntutan mereka. Jangan sampai dilarut-larut,” katanya.***