by

Perbaikan Kesehatan, Mobilitas, dan Stimulus Fiskal Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2021

BandungKita, Jakarta – Adanya kombinasi antara perbaikan kesehatan, pemulihan mobilitas, dan stimulus fiskal mengakselerasi pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2021.

Hal tersebut sejalan dengan berlanjutnya tren pemulihan ekonomi global.

Terjaganya keberlanjutan pemulihan ekonomi nasional utamanya didukung oleh keberhasilan pengendalian pandemi, partisipasi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, dan vaksinasi.

“Di samping juga adanya efektivitas kebijakan stimulus fiskal serta sinergi yang baik antar otoritas dalam menjaga stabilitas dan percepatan pemulihan ekonomi,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian nasional triwulan IV tahun 2021 tumbuh 5,02 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Secara triwulanan atau quarter-to-quarter (qtq), pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2021 mampu tumbuh 1,06 persen dibanding triwulan III 2021.

Pola ini berbeda dengan pertumbuhan triwulan IV tahun 2015-2019 yang rata-rata minus 1,7 persen. Fenomena pola tersebut dikarenakan tingkat kasus Covid-19 yang amat tinggi pada triwulan III 2021 yang berdampak pada melambatnya aktivitas ekonomi akibat keterbatasan mobilitas masyarakat

“Q4 (triwulan IV 2021) yang tumbuh cukup tinggi ini karena mengkompensasi seluruh kegiatan tertunda di Q3 (triwulan III 2021) karena kasus pandemi dan mobilitas penduduk yang terbatas,” ujarnya, di JakartaSelssa (22/2/22).

Secara kumulatif, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 mencapai 3,69 persen.

Capaian ini, menurutnya, jauh lebih baik dibandingkan kondisi 2020 yang terkontraksi 2,07 persen.

“Capaian tersebut sejalan dengan outlook Kementerian Keuangan,” kata Febrio.

Berkaca dari kinerja perekonomian di tahun 2021, Febrio optimis kinerja perekonomian di tahun 2022 akan semakin kuat dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 5,2 persen. Penguatan investasi dan ekspor serta kelanjutan pemulihan konsumsi masyarakat akan menyokong kinerja ekonomi 2022.

“Hal ini tentunya harus didukung oleh upaya pengendalian pandemi yang menyeluruh, termasuk dengan akselerasi vaksinasi secara masif. Selain itu, reformasi struktural juga harus terus diimplementasikan secara konsisten dan komprehensif,” katanya.*