by

Proyek Alun-Alun Cililin Gantungkan Masalah Pedagang, Ini Solusi Hengky!

Bandunngkita.id, CILILIN – Para pedagang Alun-Alun Cililin mempertanyakan nasib usaha mereka, terkait penataan Alun-Alun Cililin, yang akan dijadikan Litle Madinah. 

Para pedagang baru mendengar saja bahwa nantinya mereka akan ditempatkan di Basement (pada saat project selesai).

“Ya kami baru mendengar saja,  nantinya para pedagang akan ditempatkan di Basement Alun-Alun”, terang Yusup Iskandar,  Ketua RW 07 Kp.  Kaum Desa Cililin,  mewakili para pedagang. 

Suara senada disampaikan oleh salah seorang pedagang yang mengaku sudah 40 tahun, berjualan memanfaatkan bahu Alun-Alun. 

“Belum tahu apakah kami akan ditempatkan dimana nantinya”, ucap Mamat (68) salah seorang pedagang saat ditemui Bandungkita.id.

Mamat menyampaikan bahwa para pedagang sudah pernah dikumpulkan oleh kepala desa Cililin. 

“Sebelumnya kami sudah pernah dikumpulkan di aula Kecamatan, lima puluh pedagang yang hadir saat itu,  tapi masalah penempatan masih nunggu penataan selesai”, ungkap Mamat, yang oleh pedagang lainnya dipanggil Bah Godeg.

Masalah penempatan para pedagang, Plt. Bupati KBB berjanji akan terus berikhtiar. 

“Untuk menempatkan para pedagang yang selama ini berjualan di Alun-Alun Cililin,  kami akan terus beikhtiar supaya mereka bisa kembali berjualan”, papar Henky Kurniawan, Plt. Bupati KBB, ditemui saat Ground Breaking pembangunan Alun-Alun Cililin.

Bentuk ikhtiar yang akan dilakukan Pemda salah satunya dengan mengupayakan pemanfaatan lahan milik Mesjid Agung Cililin. 

“Kami sudah meminta kepada kepala desa Cililin,  untuk membicarakan penggunaan lahan Mesjid Agung Cililin, yang saat ini dipake berjualan sementara”, terang Hengky

Apabila ada kesepakatan dengan pihak Mesjid Agung, dilahan tersebut akan dibangun Food Court oleh Pemda KBB. 

“Apabila dicapai kesepakatan,  kita akan bangunkan Food Court untuk para pedagang”, pungkasnya. (Bandungkita.id/Dadang gondrong).