by

Musisi Jalanan Bersihkan Aksi Vandalisme di Bandung

BandungKita.id, KOTA BANDUNG – Suasana hening dari alunan musik dipersimpangan Jalan Cikapayang dan Ir. H. Djuanda atau dikenal dengan nama Dago, Kota Bandung terjadi pada Selasa (20/9/2022). Para musisi jalanan yang biasa menghiasi persimpangan jalan tersebut tak nampak ditengah hingar-bingar ramainya kendaraan berlalu-lintas.

Musisi jalanan yang tergabung dalam Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) tersebut rupanya tengah sibuk mengecat beberapa titik tembok yang berada di area Dago. Tembok tersebut sebelumnya dipenuhi coretan atau aksi vandalisme yang dinilai merusak keindahan Kota Bandung.

Para musisi jalanan tersebut bahu membahu membersihkan coretan atau mural yang tak beraturan dan menjadikan kesan kumuh di kawasan ikon Kota Bandung tersebut. Pasalnya, Dago menjadi salah satu destinasi wisatawan karena memiliki futuristik dengan perubahan yang telah dilakukan pemerintah terutama disaat jaman Walikota Ridwan Kamil.

Menurut Dodi Permana selaku koordinator aksi, gerakan sosial tersebut murni dilakukan oleh para pengamen sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan akan keindahan Kota Bandung. Terlebih mereka sehari-hari berada di kawasan tersebut untuk mengais rejeki.

“Bandung ini juga ibu kota Jawa Barat. Setidaknya kita berupaya mengembalikan keindahaan Kota Bandung yang kita cintai ini dengan cara kita semampunya, tidak pakai anggaran negara atau pemerintah,” ujar Dodi saat ditemui di kawasan Dago, Selasa (20/9/2022).

Diakui Dodi, kegiatan tersebut sudah dilakukan sejak kemarin sebagai bentuk kepedulian. Pasalnya mereka pada seniman jalanan itu merasa rilis melihat dinding yang sudah ditata rapih, dicorat-coret tak beraturan.

“Hari kemarin kita berkegiatan di perempatan, di bawah flyover Cikapayang, Dago. Tapi saya kaget, sudah ada yang corat coret lagi,” sambungnya.

Dodi mengatakan, kegiatan sosial bukan dimaksud untuk memperkucil para pelukis jalanan atau seniman mural. Akan tetapi, ia kerap mendapat celotehan dari masyarakat terkait coretan tersebut.

“Sekarang ini banyak yang corat coret enggak jelas, kalau mural yang bagus dan punya nilai seni tinggi kita tidak akan sentuh. Kalau dinilai masyarakat jelek, ya, kita bersihkan,” desusnya.

Dodi berharap, seniman mural-mural di Kota Bandung bisa memberikan karya yang memiliki nilai seni tinggi di lokasi yang tepat sehingga tidak membuat jelek pemandangan di Kota Bandung.

“Bikin yang indah, yang serius. Bila perlu izin dulu, enggak masalah. Saya yakin Pemda juga punya selera sendiri. Jadi nanti karya seni mural itu tertib, enggak carut marut kaya gini,” harapnya.(Dhomz/Bandungkitaid)