Adab dan Doa Takziah Ketika Melayat Jenazah

Bandungkita.id, KAJIAN ISLAM – Doa takziah dibacakan ketika kita sedang melawat keluarga orang yang meninggal. Takziah atau melayat keluarga orang yang meninggal dunia memiliki tujuan yang baik yakni menyampaikan rasa empati terhadap keluarga orang yang meninggal dunia.

Selain itu, takziah juga bertujuan untuk mendoakan dan memohon ampunan bagi si mayit. Secara bahasa, takziah sendiri berarti menghibur, menyampaikan duka cita atau belasungkawa dan menyabarkan hati keluarga dan kerabat orang yang meninggal.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abdullah ibn Mas’ud, Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ عَزَّى مُصَاباً فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ

Artinya: “Siapa saja yang bertakziah kepada orang yang terkena musibah, maka dia akan mendapat pahala seperti orang yang mendapat musibah tersebut,” (HR. at-Tirmidzi dan al-Baihaqi).

BACA JUGA :

7 Amalan Sunah Hari Jumat yang Dianjurkan bagi Umat Islam

Doa Pagi Hari Rasulullah untuk Memohon Rezeki, Ilmu dan Amal yang Diterima

Ini Dahsyatnya Manfaat Gerakan Salat Bagi Kesehatan Tubuh

Dalam hadits lain Rasulullah Saw juga bersabda:

مَنْ عَزَّى ثَكْلَى كُسِيَ بُرْداً في الجَنَّةِ

Artinya: Siapa saja yang bertakziah kepada orang yang kehilangan putranya, maka dia akan diberikan pakaian keagungan di surga,” (HR. at-Tirmidzi).

Adapun berikut adalah doa takziah yang dibaca ketika melayat jenazah

أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لمَيِّتِكَ

A‘dlamaLlâhu ajraka wa ahsana ‘azâ’aka wa ghafaraka li mayyitika

Artinya: “Semoga Allah memperbesar pahalamu, dan menjadikan baik musibahmu, dan mengampuni jenazahmu.” (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

Atau bisa juga:

إِنَّ لِلهِ تَعَالى مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمَّى فمُرْهَا فَلْتَصْبرْ وَلْتَحْتَسِبْ

Inna liLlâhi taâlâ mâ akhadza wa lahu mâ a’thâ wa kullu syai-in ‘indahu bi ajalin musammâ famurhâ faltashbir wal tahtasib

Artinya: “Sesungguhnya Allah maha memiliki atas apa yang Dia ambil dan Dia berikan. Segala sesuatu mempunyai masa-masa yang telah ditetapkan di sisi-Nya. Hendaklah kamu bersabar dan mohon pahala (dari Allah).” (HR Bukhari dan Muslim)

Selain mendoakan keselamatan dan ampunan bagi si mayit, kita juga mesti memperhatikan adab atau tata krama ketika melayat jenazah ke rumah duka.

https://bandungkita.id/wp-content/uploads/2024/06/yatim-bedas.mp4

Adab dan tata krama melayat jenazah ini kemudian disebutkan Imam al-Ghazali dalam kitabnya Al-Adab fid Din dalam Majmu’ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 437).

Dalam kitab tersebut, Imam al Ghazali menyebutkan bahwa ada empat adab orang bertakziah sebagaimana berikut:

  1. Menghindari sebanyak mungkin hal-hal yang tidak pantas atau tabu. Misalnya, tidak berdandan terlalu menor atau memakai parfum yang wanginya terlalu semerbak.
  2. Menampakkan rasa duka atau empati. Orang yang bertakziah dianjurkan untuk ikut merasakan rasa duka dan empati dengan menampakkan wajah duka sambil mengucapkan rasa bela sungkawa.
  3. Tidak banyak berbicara. Orang yang bertakziah hendaknya tidak banyak mengajak bicara kepada pihak keluarga yang sedang dirundung duka.
  4. Tidak mengumbar senyum karena dikhawatirkan menimbulkan rasa tidak suka. Poin keempat ini memiliki kaitan erat dengan poin-poin sebelumnya, yakni tidak mendukung ketiganya.

Sumber: jabar.nu.or.id