Viral, Mantan Bupati dan Wakil Bupati Duduk di Barisan Belakang Saat HUT KBB

Kabupaten Bandung112601 Views

Ironis, Mantan Pimpinan Daerah Seolah Tak Diakui dan Dihormati Kontribusinya

BandungKita.id, KBB – Pemandangan tak biasa terlihat dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke-17 yang digelar di Plaza Mekarsari, Komplek Pemkab Bandung Barat, Rabu (19/6/2024) lalu.

Hal tersebut diketahui dari sebuah video viral yang ramai diperbincangkan warga KBB. Pada prosesi upacara Hari Lahir KBB tersebut, mantan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat terlihat duduk di kursi barisan belakang, seolah tidak mendapatkan penghargaan yang seharusnya mereka terima.

Mantan Bupati dan Wakil Bupati yang terlihat duduk di barisan belakang adalah mantan Bupati KBB Aa Umbara Sutisna, mantan Bupati KBB Hengky Kurniawan dan mantan Wakil Bupati KBB Ernawan Natasaputra.

Kejadian itu menjadi ironi yang cukup mencolok dalam acara sakral tersebut. Mantan pemimpin daerah yang seharusnya dihormati dan diakui kontribusinya, justru ditempatkan di posisi yang tidak mencerminkan penghargaan yang seharusnya diberikan kepada mereka.

“Iya saya juga awalnya enggak ‘ngeuh’. Ternyata mantan Bupati dan Wakil Bupati KBB kok duduknya di belakang,” ujar Nuraeni, salah seoang warga yang hadir pada acara HUT KBB.

Sebagai warga KBB, perempuan asal Kecamatan Lembang Bandung Barat itu mengaku terkejut dan sangat menyayangkan karena para mantan Bupati dan Wakil Bupati yang telah berjasa bagi KBB tidak mendapatkan penghormatan sebagaimana mestinya.

“Selayaknya mereka juga ditempatkan terhormat. Bagaimana pun mereka telah berjasa bagi Bandung Barat. Mungkin harusnya ada di bagian depan bersama para pejabat lain,” ungkap dia.

Bila merujuk ada Undang-undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan, pada Pasal 11 dijelaskan bahwa tata tempat dalam acara resmi di Kabupaten/Kita ditentukan dengan urutan, Bupati/Walikota, wakil bupati/wakil walikota, mantan bupati/walikota dan mantan wakil bupati/wakil walikota, Ketua DPRD, Sekda, dan lainnya duduk pada satu baris yang sama.

Artinya, dalam aturan tersebut sudah sangat jelas bahwa mantan Bupati dan Wakil Bupati seharusnya duduk pada baris utama dan berada pada deretan yang sama dengan Bupati dan Wakil Bupati yang tengah menjabat atau sebaris dengan Forkopimda.

Namun dalam kasus di Bandung Barat, mantan Bupati dan mantan Wakil Bupati KBB, mereka duduk ditempatkan di barisan belakang. Pada barisan depan lainnya malah terlihat diisi undangan lain bahkan istri para pejabat KBB.

Dalam video viral berdurasi sekitar 1 menit lebih itu menunjukkan para mantan Bupati dan Wakil Bupati KBB ditempatkan duduk di kursi deretan belakang. BandungKita.id pun sempat mendapatkan kiriman video tersebut.

Dalam video tersebut, mantan Bupati KBB Hengky Kurniawan terlihat duduk berdampingan dengan sang istri, Sonya Fatmala. Di depan mereka terlihat terdapat sejumlah tamu undangan lainnya.

Hengky dan Sonya Fatmala tampak duduk di barisan ke-5 atau ke-6 dari depan. Begitu pun dengan Bupati kedua KBB, Aa Umbara Sutisna.

Mantan politikus PDIP dan Nasdem itu duduk di barisan yang sama dengan Hengky. Namun jarak mereka agak berjauhan. Hengky berada di sebelah kiri, sementara Aa Umbara berada di sebelah kanan panggung utama.

Kejadian memalukan ini seolah mencerminkan kurangnya penghargaan dan pengakuan terhadap kontribusi mantan pimpinan daerah. Hal ini juga dapat menimbulkan pertanyaan tentang nilai-nilai etika dan penghargaan dari Pemkab Bandung Barat.

https://bandungkita.id/wp-content/uploads/2024/06/yatim-bedas.mp4

Terpisah, Kabag Prokopim Pemkab Bandung Barat, Andi Hikmat membantah para mantan Bupati dan Wakil Bupati KBB ditempatkan di kursi barisan belakang pada upacara HUT KBB ke-17 tersebut.

“Semua mantan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah duduk di VVIP,” ujar Andi Hikmat saat dikonfirmasi BandungKita.id.

Disinggung mengapa para mantan Bupati KBB seperti Aa Umbara dan Hengky Kurniawan tidak duduk di barisan depan bersama Pj Bupati Ade Zakir dan jajaran Forkopimda lain, Andi Hikmat memiliki argumen lain.

“Urutan paling depan adalah Forkopimda. Ketua DPRD, Kapolres, Kajari, Dandim dan Ketua PN,” kata Andi Hikmat.

Namun ketika ditanya mengenai aturan Keprotokolan sesuai UU Nomor 9 Tahun 2010 yang mengatur tentang tata urutan tempat dalam acara resmi di Kabupaten/Kota, Andi justru meminta BandungKita.id menanyakan hal tersebut kepada stafnya yang dianggap lebih faham mengenai aturan Keprotokolan.

“Bisa tanya ke Agie aja Kang, beliau paling paham aturan Protokol.(M Zezen Zainal M)