Duarrr! Kakek di Cikalongwetan KBB Ini Dengar Suara Ledakan Kencang : Ternyata Ini yang Terjadi

KBB, Terbaru619 Views

BandungKita.id, KBB – Bencana tanah longsor terjadi di Kampung Blok Desa RT 03/03, Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat (KBB). Longsor sepanjang 100 meter dengan ketinggian 75 meter itu menutupi beberapa petak sawah milik warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BandungKita.id, areal persawahan yang tertimbun longsor itu baru saja ditanapi bibit padi oleh pemiliknya. Akibat longsor tersebut, petani dipastikan mengalami kerugian karena tanaman padi tak bisa diselamatkan.

“Selain menutup sawah, material longsoran juga menutup aliran anak sungai sehingga air meluap. Selain itu akses air bersih warga juga terganggu,” ujar Kasie Trantib Kecamatan Cikalongwetan, Pipin Irawan kepada BandungKita.id, Kamis (8/11).

Peristiwa longsor tersebut, menurutnya, terjadi pada Kamis (8/11) pagi setelah kawasan tersebut diguyur hujan lebat pada malam harinya.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun pemukiman yang tertimpa, hanya saluran air untuk kebutuhan warga tertutup. Kami akan bergotong royong dengan masyarakat agar lahan pertanian bisa digunakan lagi dan aliran air lancar,” tambah Pipin.

Setelah dilakukan pendataan, kata dia, beberapa petak sawah yang tertimbun material longsor tersebut adalah milik Yana Suryana (70) seluas 800 meter, Oman (60) seluas 200 meter persegi, dan Atis (45) seluas 2.000 meter persegi.

“Ditaksir kerugian mencapai Rp150 juta, kondisi sawah baru selesai tandur (ditanami),”katanya.

Salah seorang saksi, Yana (70) mengaku kaget karena sebelum terjadi longsor ia mendengar suara ledakan seperti ban truk pecah. Namun saat dilihat sawah yang berjarak 100 meter dari rumahnya tampak tertimbun material longsor dari tebing di atasnya.

“Duarrr, suaranya kencang sekali. Saya lagi di dalam rumah kaget ada suara ledakan. Ternyata saat keluar rumah, sawah milik Abah tertutup longsor,” ujar kakek Yana dalam bahasa sunda.

Meski mengalami kerugian tak sedikit, Kakek Yana memperlihatkan respon luar biasa. Tak ada kesedihan berlebihan di wajahnya. Ia menganggap peristiwa tersebut sebagai ujian dari Sang Maha Pencipta.

“Enggak apa-apa, saya ikhlas karena ini ujian,” ujarnya lirih. (ZEN/BandungKita.id)