Sejarah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Lantik Pejabat di Kantor Desa Disaksikan Masyarakat

Kabupaten Bandung117957 Views

Kang DS : Hakikatnya ASN Ini Adalah Pelayan Masyarakat

Bandungkita.id, KAB BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna membuat sejarah sekaligus gebrakan. Untuk pertama kalinya, pelantikan pejabat Pemkab Bandung dilaksanakan di Kantor Desa, disaksikan langsung oleh ratusan warga yang hadir dalam kegiatan Rembug Bedas di Desa Parungserab, Kecamatan Soreang, Selasa (21/5/2024).

Pejabat yang dilantik di Kantor Desa Parungserab pun bukan pejabat sembarangan. Mereka adalah delapan orang Pejabat Tinggi Pratama atau pejabat eselon 2 di lingkungan Pemkab Bandung.

https://bandungkita.id/wp-content/uploads/2024/05/Bunga-Desa-jadi-1.mp4

Mereka adalah Marlan Nirsyamsu yang awalnya menjabat sebagai Kepala BKAD menjadi Kepala Inspektorat, Tisna Umaran dari staf ahli menjadi Kepala Dinas Sosial (Kadinsos), Erwin Rinaldi dari Kepala Bapperida menjadi Kepala Kepala Dispora dan Ahmad Djohara dari Kepala BKPSDM menjadi Kepala Bapenda.

Selain itu, pejabat lainnya yang dilantik adalah Kawaludin yang awalnya menjabat Kepala Dispora menjadi Asisten II, Erwan Kusumah dari Kepala Bapenda menjadi Kepala BKAD, Marlan dari Asisten II menjadi Kepala Bapperida dan Indra Respati dari Kadinsos menjadi Staf Ahli.

“Ini adalah sejarah. Saya baru sekarang melantik di Kantor Desa. Sengaja saya melakukan pelantikan di hadapan masyarakat, biar para pejabat ini benar-benar bekerja untuk masyarakat,” kata Bupati Dadang Supriatna.

https://bandungkita.id/wp-content/uploads/2024/05/bedas-pisan.mp4

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu menegaskan pelantikan pejabat yang dilakukan langsung di hadapan masyarakat, baru pertama kali terjadi pada masa pemerintahannya. Jika memungkinkan, kata Bupati, ke depan ia berencana akan kembali melantik para pengayom masyarakat langsung di depan masyarakat.

“Karena pada hakikatnya, kami dan para ASN ini adalah pelayan masyarakat. Jadi tidak berlebihan, kita lantik para pejabat ini di depan masyarakat agar kerjanya sungguh-sungguh untuk masyarakat. Masyarakat bisa langsung menyaksikan,” ujar Kang DS, sapaan akrab Bupati.

Kang DS mengaku bersyukur karena pasca pembatalan pelantikan pada 22 Maret lalu, Kemendagri telah mengeluarkan dua rekomendasi pelantikan bagi Pemkab Bandung. Ia mengaku akan terus mendorong keluarnya rekomendasi agar tidak terjadi kekosongan jabatan di lingkungan Pemkab Bandung.

“Alhamdulillah setelah pelantikan minggu lalu, sekarang sudah keluar lagi rekomendasi pelantikan untuk delapan orang eselon 2. Insya Allah kita lakukan bertahap,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) dan BKPSDM Kabupaten Bandung langsung ditugaskan oleh Bupati Dadang Supriatna untuk misi tersebut. Sebab, Bupati Bedas tidak ingin adanya kekosongan jabatan serta untuk akselerasi pelayanan kepada masyarakat.

“Insya Allah pelantikan ini akan dilaksanakan secara bertahap. Saya akan berusaha semaksimal mungkin. Disamping Pak Sekda, saya juga turun langsung. Saya sudah komunikasi dengan Pak Menteri langsung dan Plt Sekjen Kemendagri,” ungkap Kang DS.

Bupati yang juga Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung itu juga meminta para pejabat yang baru saja dilantik agar segera melakukan penyesuaian dan langsung bekerja melayani masyarakat. Bupati Dadang Supriatna juga langsung menitipkan tugas-tugas khusus bagi mereka.

“Tolong jangan ada stuck. Jangan ada jeda kekosongan. Tidak perlu sertijab-sertijab lagi sehingga tidak ada stuck. Kan sertijabnya udah. Tolong langsung kerja, langsung berlari,” tegas Bupati.

Para pejabat yang baru dilantik juga dituntut untuk melakukan akselerasi atau upaya percepatan dalam pembahasan RKPD dan menyiapkan rancangan APBD Perubahan. Ia memberikan deadline agar APBD Perubahan harus sudah dibahas dalam Rapat Paripurna paling telat awal Agustus 2024.

“Sebab di bulan Agustus akan ada transisi anggota DPRD Kabupaten Bandung. Ada perubahan anggota DPRD. Jadi saya minta awal Juni RKPD harus selesai. Awal Agustus harus sudah diparipurnakan,” ujar Dadang Supriatna.(M Zezen Zainal M/BandungKita.id)