by

Terapkan 7 Cara Bangun Kepercayaan Lewat Gestur Ini, Anti Disepelekan Meski Kamu Karyawan Newbie

BandungKita.id, MILENIAL – Karyawan baru biasanya sering bersikap kurang percaya diri ketika sedang berinteraksi dengan teman kantor apalagi dengan atasan. Hal ini sebenarnya normal karena kita belum sepenuhnya mengenal dan diterima dengan baik di lingkungan baru kita. Namun agar cepat beradaptasi dan membaur dengan rekan kerja maupun atasan, BandungKita.id sajikan 7 tips agar kamu lebih cepat beradaptasi dan lebih percaya diri meski kami karyawan newbie alias pendatang baru.

Simak 7 bahasa tubuh seperti apa yang bisa kamu terapkan dalam membangun kepercayaan berikut ini.

1. Hindari memegang atau menggunakan ponsel di depan orang lain

Di zaman teknologi canggih seperti sekarang ini, penggunaan ponsel memang cukup besar intensitasnya. Namun, hal ini akan
sangat mengganggu interaksimu dengan orang sekitar. Lirikan-lirikan matamu pada layar ponsel membuat mereka merasa
disepelekan dan akhirnya enggan memercayaimu. Kontak mata yang terjadi saat berinteraksi dianggap sebagai kesediaan yang
tulus. Oleh karena itu, sembunyikan dulu ponselmu saat sedang berinteraksi dengan orang lain.

2. Biasakan menerapkan gestur terbuka, jangan silangkan bagian lengan agar bisa bergerak bebas

Ketika sedang berbicara dengan atasan atau rekan kerja, hindari menyilangkan lenganmu di depan dada. Meski gestur ini
seringnya enggak disadari, sebenarnya menyiratkan juga kalau kamu sedang dalam kondisi yang nggak begitu nyaman atau kurang
pede saat berhadapan dengan mereka. Agar kepercaaan berhasil tercipta, biarkan lenganmu bergerak bebas sehingga
mengisyaratkan posisi tubuh yang selalu terbuka.

3. Duduk dengan posisi bersebelahan dinilai lebih akrab ketimbang berhadapan

Sebaiknya, pilihlah untuk duduk bersebelahan ketimbang saling berhadapan. Selain jadi penghalang, kehadiran benda seperti
meja juga membuatmu terlihat penakut dan mencari tempat aman agar merasa tenang. Alhasil, orang lain akan sulit
mempercayaimu. Cobalah untuk duduk bersebelahan tanpa ada sekat yang memisahkan, hal ini juga memungkinkan kamu melakukan
kontak fisik ketika memang dibutuhkan.

4. Daripada memberikan simpati lewat ucapan, lebih baik tuangkan melalui sentuhan pada siku atau bahu

Mengobrol santai dengan rekan kerja atau atasan enggak melulu soal kantor. Ada masanya kamu dan mereka membicarakan hal-hal
lain di luar pekerjaan. Ketika ada yang sedang merasa sedih karena dirundung masalah, nggak ada salahnya kamu menyentuh siku
atau bahunya sebagai tanda simpati. Kadang, melontarkan ucapan saja nggak cukup ampuh untuk menenangkan seserorang.
Gunakanlah sesuai situasinya saja, jangan terlalu sering.

5. Jadilah pendengar yang baik dengan memberikan gestur senyuman dan anggukan

Senyuman adalah obat ampuh untuk menunjukkan ekspresi menghargai lawan bicara, begitu pun sebaliknya. Terlebih jika kamu
paham dengan apa yang dibicarakan, maka silakan berikan anggukan sebagai gesturnya. Hal ini menunjukkan ketertarikanmu
terhadap apa yang diucapkan oleh lawan bicara. Lakukan dengan sewajarnya juga agar terlihat tulus dan tidak dibuat-buat.

6. Selain lengan, posisikan telapak tangan untuk selalu terbuka juga biar nggak ketahuan kalau kamu itu orangnya grogian

Jari-jari tangan yang saling mengikat atau menutup menunjukkan jika kamu adalah pribadi yang kurang terbuka. Selain itu, kamu
akan dianggap sebagai orang yang mudah grogian. Hal ini tentu membuat orang lain sungkan dan enggan memercayaimu. Oleh karena
itu, biasakan untuk nggak merekatkan jari-jarimu, posisikan telapak tangan tetap terbuka agar orang lain nggak menangkap
ekspresi canggung darimu, ya!

7. Jangan terlarut pada sebuah catatan karena kontak mata lah yang sangat diperlukan

Ada kalanya kamu membutuhkan catatan untuk merekam hal-hal yang sedang dibicarakan dengan atasan atau rekan kerja. Hal ini
tentu membuatmu menghabiskan cukup waktu untuk menunduk dan mencatat, sehingga matamu akan cenderung terarah pada catatan.
Padahal, kamu perlu sesekali melakukan kontak mata dengan lawan bicara. Jika kamu tetap begitu terus, yang ada mereka nggak
nggak merasa dihargai dan malas mempercayaimu.

Jadi, nggak perlu khawatir lagi lantaran tak mendapat kepercayaan di lingkungan kerja. Selama kinerjamu bagus dan pandai
beradaptasi, maka kamu nggak diremehkan lagi. Tak lupa juga sertakan gestur-gestur tadi supaya orang lain makin nyaman
berbicara dan akhirnya mau memberi kepercayaan padamu, ya!(ZEN/BandungKita.id)

Comment