oleh

Citarum Semakin Menyempit Akibat Proyek Oxbow Bojongsoang, Warga Ingin Pengembang Perhatikan Aspek Lingkungan

BandungKita.id, SOREANG – Sejumlah warga di sekitar proyek oxbow Bojongsoang mengeluh karena proyek tersebut diduga menyebabkan sungai Citarum semakin menyempit. Warga setempat khawatir, proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 50 miliar itu makin memperparah banjir di Kabupaten Bandung.

Ketua Karang Taruna RW 20 Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, M Kristian mengatakan, sejak hadirnya proyek oxbow tersebut banjir di Bojongsoang makin sering terjadi. Ia menilai bencana itu terjadi karena sungai Citarum diurug sehingga terjadi penyempitan.

“Tiap hujan turun pasti banjir, harusnya kan justru jadi solusi banjir, bukan penyebab banjir,” kata pria yang akrab disapa Vio itu, Selasa (2/4/2019).

Selain terjadi penyempitan sungai Citarum, karang taruna menemukan sejumlah tanah milik masyarakat diserobot oleh pelaksana proyek. Menurut Vio jumlah masyarakat yang terganggu oleh pengerjaan proyek oxbow ada 30 orang, 10 di antaranya merasa tanah mereka diserobot.

“Kita sudah mendata, jumlahnya ada 30 orang yang merasa keberatan. Ada masyarakat yang keberatan karena dinding rumah mereka retak, ada yang khawatir banjir, ada juga yang mempersoalkan tanah. Mereka semua menandatangani surat pernyataan,” jelasnya.

Baca juga: Sebanyak 937 Peserta Didik Disabilitas di Jabar Ikuti UNKP 2019

Senada dengan Vio, salah satu tokoh masyarakat sekaligus Ketua Forum Masyarakat Peduli Korban Banjir 313, Okta Prianto mengatakan, hasil survei di lokasi proyek, dirinya menemukan bukti bahwa Sungai Citarum menyempit karena aktivitas cut and fill.

Berdasarkan hasil konfirmasi kepada PT Adhi Karya (Persero), Okta juga menemukan fakta bahwa pengerjaan proyek Oxbow Bojongsoang di lahan seluas 7 hektar itu tanpa sosialisasi kepada masyarakat dan belum mengantongi Amdal.

Hal tersebut jelas bertentangan dengan kondisi di lapangan, pasalnya proyek telah lama berjalan.

“Saya bersama warga sudah ketemu dengan PT Adhi Karya, Pak Nyamet, mereka mengakui bahwa proyek itu tanpa amdal dan pemberitahuan kepada warga sekitar,” ucapnya.

Lebih jauh, warga sekitar sebenarnya mendukung penuh terhadap proyek Oxbow Bojongsoang. Namun Okta meminta pengusaha memperhatikan aspek lingkungan, aturan yang berlaku serta aspirasi warga.

Baca juga: Kisah Abah Kurdi, Pengrajin Kompor Sumbu di Tengah Perubahan Zaman

“Kita mendukung sepenuhnya, apalagi ini program pemerintah. Namun tolong aspek lingkungan diperhatikan. Jangan sampai sungai Citarum kembali jadi musibah karena semakin menyempit,” pungkasnya. (Restu Sauqi/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah

Komentar