Peneliti UI Temukan Bakteri Genus Baru di Sukabumi

Tekno & Sains725 Views

Bandungkita.id, SAINS – Tim peneliti Universitas Indonesia (UI), Wellyzar Sjamsuridzal, dkk. dari Departemen Biologi dan Center of Excellence for Indigenous Biological Resources-Genome Studies (CoE IBR-GS) FMIPA UI beserta sejumlah peneliti Jepang berhasil menemukan bakteri genus baru yang diberi nama Gandjariella thermophila gen. nov., sp. nov.

Bakteri tersebut ditemukan di sekitar geiser Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat. Pemberian nama Gandjariella merupakan penghormatan kepada Prof. Dr. Indrawati Gandjar yang merupakan mantan Guru Besar Departemen Biologi FMIPA UI yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan ilmu mikrobiologi di Indonesia.

Bakteri tersebut ditemukan dalam rangka pengungkapan keanekaragaman bakteri termofilik pada habitat yang jarang dieksplorasi di Indonesia, seperti geiser dan hot springs. Penelitian di kawasan geotermal Cisolok telah dilakukan sejak tahun 2013 oleh Tim UI yang bekerjasama dengan Tim peneliti dari Tohoku University, Jepang.

Baca juga:

Peneliti Gempa ITB Ingatkan Potensi Bencana Sesar Lembang, Begini Prediksinya

 

Penemuan Gandjariella thermophila berhasil dipublikasikan di International Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology (IJSEM) Vol.69 tahun 2019 (in press) yang diterbitkan oleh Society for General Microbiology, United Kingdom. Jurnal tersebut termasuk ke dalam kelompok jurnal Quartile 1 (Q1) berdasarkan Scimago Journal Rankings (SJR).

 

Bakteri Gandjariella thermophila. Foto : UI

 

Dalam taksonomi, Gandjariella termasuk ke dalam filum Actinobacteria, family Pseudonocardiaceae, dan diidentifikasi sebagai genus baru. Bakteri tersebut berfilamen, bersifat aerobik dan termofilik (suhu optimum pertumbuhan 45 °C), menghasilkan pigmen berwarna oranye muda, mampu menghidrolisis berbagai substrat seperti pati, casein, esculin, gelatin, guanine, hypoxanthine, L-tyrosine, dan xanthine.

Dilaporkan situs UI, penelitian terkini di luar negeri menunjukkan tren pencarian bakteri termofilik pada habitat yang unik, dan membuka peluang untuk pemanfaatannya dalam industri pangan, pertanian, farmasi, dan bioteknologi. Bakteri Gandjariella diketahui memiliki aktivitas antimikroba pada suhu 50 °C.

Baca juga:

Siapa Sangka, Ini 8 Manfaat Luar Biasa Biji Selasih Bagi Kesehatan

 

Informasi mengenai sequence lengkap genom Gandjariella thermophila telah didaftarkan di database DNA internasional GenBank/EMBL/DDBJ. Bakteri tersebut memiliki ukuran genom 6.12 Mb dan 5740 gen pengkode protein.

Genom tersebut terdiri atas 22 region pengkode metabolit sekunder yang membawa biosynthetic gene clusters (BGCs) untuk famili polyketide synthase (PKS), nonribosomal peptide synthase (NRPS), ribosomally synthesized dan post-translationally modified peptide.

Hanya satu region yang memiliki kesamaan 100% dengan ectoine dari bakteri Streptomyces anulatus, tiga region memiliki kemiripan hanya 50 %, 12 region memiliki kemiripan sangat rendah (4–35 %) terhadap BGC yang pernah diketahui, dan 5 region sama sekali tidak memiliki kemiripan dengan BGC manapun yang telah diketahui.

Terungkap bahwa genom bakteri Gandjariella thermophila sangat unik dan menarik untuk diteliti lebih lanjut, karena banyak mengandung biosynthetic gene clusters (BGCs) yang belum diketahui sehingga dapat menjadi sumber ditemukannya senyawa-senyawa baru.***