Gelar Sholat Istisqa: 600 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen di Kroya, Warga Menanti Solusi Pemkab Indramayu

Peristiwa121096 Views

INDRAMAYU, Bandungkita.id — Bayang-bayang ancaman gagal panen (puso) kembali menghantui para petani di Kabupaten Indramayu. Memasuki musim kemarau, ratusan hektar areal persawahan di Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, dilaporkan mengalami kekeringan parah akibat minimnya pasokan air sejak dua bulan terakhir.


Berdasarkan pantauan langsung di lapangan oleh relawan Komunitas Sungai Indonesia (KSI) wilayah Indramayu, Caya, pada Minggu (5/7/2026), kondisi tanaman padi warga setempat kian mengkhawatirkan.


“Ini areal pesawahan di wilayah Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu. Posisi letak sawahnya dekat Pondok Pesantren Al-Zaytun, dalam keadaan kekeringan. Sudah dua bulan tidak turun hujan,” ungkap Caya melalui rekaman visual lapangan.


Menurut perkiraan warga dan relawan setempat, luas lahan pertanian yang terdampak kekeringan di area tersebut mencapai kurang lebih 600 hektar. Meski sebagian kecil petani berupaya menyelamatkan tanaman padi mereka menggunakan pompa air sumur bor (sibel) dan fasilitas P2AT (Pengembangan Air Tanah), sekitar 80 persen lahan persawahan lainnya kini dalam status darurat terancam puso.

Ironisnya, areal persawahan yang mengalami kekeringan tersebut berada tak jauh dari jalur pemicu/saluran pengairan embung Kandanghaur. Namun, pasokan air dari fasilitas pengairan tersebut dinilai tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan debit air ratusan hektar sawah warga.

“Padahal ini dekat saluran embung Kandanghaur, tapi tidak mencukupi untuk pengairan. Panen pertama hasilnya bagus, kalau sekarang tidak jadi (puso), ya sama saja. Kami berharap ada perhatian dan penanganan dari Pemkab, Camat, hingga Pemprov Jawa Barat agar masyarakat bisa menikmati hasil tanam padinya,” ujar Caya.

Respons Pemerintah: Gelar Salat Istisqa

Menanggapi ancaman kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Indramayu, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengambil langkah dengan mengajak masyarakat menggelar Salat Istisqa (doa memohon hujan) di Kecamatan Anjatan, Indramayu.


Langkah Pemkab Indramayu tersebut diunggah melalui akun resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar krisis air bersih dan kekeringan lahan pertanian dapat segera teratasi.


Kendati demikian, para petani dan komunitas warga tetap menaruh harapan besar agar pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan pendekatan spiritual, melainkan juga dibarengi dengan tindakan teknis dan operasional yang cepat di lapangan seperti modernisasi alokasi air, penambahan armada pompa darurat, hingga optimalisasi saluran irigasi teknis di wilayah Indramayu selatan.


Editor/Redaksi Bandungkita.id
Laporan Lapangan / Pantauan Komunitas Sungai Indonesia (KSI)

Comment