Memori Kelam Leuwigajah Membayang di Bantar Gebang: 9 Orang Masih Tertimbun Gunungan Sampah

NewsKita, Peristiwa32759 Views

BEKASI, BandungKita.id – Tragedi memilukan kembali terjadi di pusat pembuangan akhir. Seolah mengulang memori kelam medio Februari 2005 di Leuwigajah, Cimahi, kini duka menyelimuti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi.

Hingga Senin (9/3/2026), sedikitnya 9 orang dilaporkan hilang dan diduga kuat masih tertimbun di bawah gunungan sampah yang longsor pada Minggu petang.

VIDEO PILIHAN


Kilas Balik Tragedi Leuwigajah
Bagi warga Bandung Raya, peristiwa longsor sampah bukanlah sekadar berita, melainkan luka lama yang belum sepenuhnya mengering.

Pada 21 Februari 2005, ledakan gas metan memicu longsor dahsyat di TPA Leuwigajah yang menyapu dua kampung dan menelan 157 korban jiwa.

Kini, bayang-bayang horor tersebut nyata terjadi di Bantar Gebang. Bedanya, jika dulu di Leuwigajah pemicunya adalah akumulasi gas metan dan hujan lebat, kini tim ahli tengah menginvestigasi stabilitas struktur “gunung” sampah yang sudah melebihi kapasitas operasional.

Proses Pencarian Terkendala Medan

Mengutip laporan resmi dari tim Search and Rescue (SAR) gabungan, proses evakuasi sejak pagi tadi berlangsung sangat berat.


Kedalaman Timbunan: Diperkirakan korban tertimbun di kedalaman lebih dari 10 meter.
Kondisi Medan: Tanah (sampah) yang labil membuat alat berat tidak bisa bergerak sembarangan karena risiko longsor susulan.
Cuaca: Hujan rintik yang terus mengguyur kawasan Bekasi memperparah aroma menyengat dan licinnya akses evakuasi.

“Kami berpacu dengan waktu. Fokus utama adalah titik yang terindikasi adanya aktivitas pemulung sebelum kejadian. Namun, struktur sampah yang tidak stabil menjadi tantangan terbesar di lapangan,” ujar salah satu koordinator lapangan SAR di lokasi kejadian.

Ketergantungan pada sistem open dumping atau penumpukan terbuka terbukti menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja.
Warga sekitar Bantar Gebang kini hanya bisa berharap keajaiban menyertai proses pencarian 9 korban yang masih hilang, sembari menuntut langkah nyata agar tragedi “Leuwigajah Jilid 2” ini tidak terus berulang di masa depan.

Laporan: Redaksi BandungKita.id
Sumber: Olah Data / Kompas / Antara

Comment