by

Ironis, Bangunan Sekolah Dekat Kantor Bupati KBB Ini Ambruk : Bupati dan Disdik Tak Tahu?

BandungKita.id, KBB – Satu ruang kelas SD Negeri 1 Tegallaja, Desa Ngamprah, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BandungKita.id, ruang kelas itu ambruk pada Rabu (31/10) sekitar pukul 09.00 pagi atau ketika para siswa sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Kelas yang ambruk itu merupakan bangunan kelas 1. Beruntung pada saat kejadian, para siswa kelas 1 sudah diungsikan ke ruang perpustakaan sehingga tidak ada siswa atau guru yang menjadi korban atau mengalami luka-luka.

Pantauan BandungKita.id, ruang kelas 1 yang ambruk itu kondisinya memang sudah sangat memprihatinkan. Bagian atap dan dinding tampak sudah sangat lapuk. Langit-langit atap pun tampak sudah berlubang di mana-mana.

Selain bangunan yang ambruk, bangunan kelas 2 dan kelas 3 juga kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan juga terancam ambruk karena kelasnya berdempetan dengan atap yang ambruk.

Ironisnya, bangunan SDN Tegallaja itu lokasinya tak jauh dari Kantor Bupati Bandung Barat dan juga Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) KBB sehingga agak mengherankan bila Pemkab atau Disdik KBB tak mengetahui kondisi sekolah tersebut. Lokasi sekolah dan Kantor Bupati, berada di ibukota KBB, Ngamprah.

Terlebih setiap tahunnya, pemerintah menggelontorkan anggaran mencapai triliunan rupiah untuk pembangunan ruang kelas baru maupun renovasi bangunan sekolah.

Kepala Sekolah SDN 1 Tegallaja Asep Soemantri mengaku pihaknya sangat bersyukur karena saat kejadian ruang kelas yang ambruk tersebut dalam keadaan kosong.

Pihak sekolah, kata Asep, sudah sejak sebulan lalu memindahkan para siswa kelas 1 yang berjumlah sekitar 30 orang ke perpusatakaan demi menghindari hal-hal tidak diinginkan.

“Sudah sejak bulan lalu kondisi atap sudah kelihatan miring, jadi kegiatan belajar mengejar kami pindahkan ke perpustakaan demi keselamatan (para siswa),” tutur Asep saat ditemui di sekolah, Rabu (31/10).

Sekolah yang diketahui berdiri sejak 1982 itu belum pernah mendapatkan bantuan perbaikan atau renovasi dari pemerintah baik pemerintah pusat maupun Pemkab Bandung Barat. Apalagi bantuan untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB), meski sekolah tersebut sangat memerlukan tambahan ruang kelas.

“Kami belum mendapatkan bantuan,” kata Asep.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan (Disdik) KBB maupun dari Pemkab Bandung Barat. (ZEN/BandungKita.id)

Comment