oleh

Persoalan Sampah Tak Kunjung Selesai, KAMMI Nilai Pemkab Garut Lamban

BandungKita.id, GARUT – Persoalan sampah masih jadi masalah utama yang harus diselesaikan pemerintah khususnya Pemkab Garut.

Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Garut, Riana Abdul Azis menganggap pemerintah lamban dalam menyelesaikan persoalan sampah.

Riana mengatakan, Pemkab Garut sebenarnya sudah melakukan studi banding hingga ke China. Bahkan kabarnya akan ada kerjasama dengan Korea Selatan serta Jepang terkait penanganan sampah. Namun, hingga saat ini belum juga ada realisasinya.

“Pemerintah jangan hanya studi banding saja melihat ke China untuk membeli barang pengolahan limbahnya dapur atau sampah makanan. Penanganannya ini lambat,” ujar Riana dalam keterangan tertulis, Jumat (10/5/2019).

BACA JUGA:

Berharga Fantastis, Petani di Garut Mulai Tanam Bawang Putih

 

Ini Pengakuan Ibunda Erwin Bocah Penjual Baso Tahu di Garut

 

Riana berharap pemerintah sigap menangani persoalan sampah. Pasalnya, permasalahan menumpuknya sampah di perkotaan karena tak terangkut petugas terus-menerus terjadi.

Selain mengkritik hasil kajian pemerintah ke berbagai negara soal sampah yang dianggap nihil, KAMMI juga meminta masyarakat untuk memanfaatkan sampah dengan cara mengolahnya menjadi barang bernilai.

“Permasalahan sampah ini harus diselesaikan bersama. Walaupun disediakan pembuangan sampah, namun sampah setiap harinya bukan berkurang malah bertambah,” pungkas Riana.

Sampah menumpuk hampir di sepanjang jalan menuju pusat perkotaan Garut. Bahkan di halaman kantor pemerintahan sepetti Dinas Pendidikan, sampah terlihat menumpuk karena tak terangkut. (M Nur el Badhi/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah

Komentar