by

Stok Darah Golongan A di Kabupaten Bandung Minim, PMI Jemput Bola Pendonor

BandungKita.id, MARGAHAYU – Stok darah golongan A yang sangat minim membuat UTD Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung melakukan jemput bola untuk mengisi minimnya jumlah kantong darah golongan A.

dr Hendra Gunawan, Kepala UTD PMI Kabupaten Bandung mengatakan, stok kantong darah golongan A saat ini di UTD PMI Kabupaten Bandung hanya tersedia 2 kantong. Minimnya stok darah golongan A itu disebabkan banyaknya permintaan dari rumah sakit di bulan Agustus dan September.

“Akhir-akhir ini banyak sekali yang meminta golongan A. Belum tahu alasannya apa. Yang jelas golongan A di bulan Agustus kemarin permintaannya banyak sekali. Sekarang hanya tinggal 2 buah kantong,” kata dia, Senin 9 September 2019.

Kendati demikian, Hendra mengklaim jika stok darah di UTD Kabupaten Bandung masih bisa men-cover permintaan untuk seluruh rumah sakit yang ada di Kabupaten Bandung. Per Senin 9 September 2019, jumlah kantong darah yang tersedia mencapai 159 buah.

“Golongan A dua buah, golongan B 75, golongan O 54 dan golongan AB 28. Tapi jumlah kantong darah per hari ini masih bisa mencover permintaan untuk rumah sakit yang ada di Kabupaten Bandung,” katanya.

Saat ini, kata dia, UTD PMI Kabupaten Bandung terus melakukan jemput bola di sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Bandung. Selain itu, UTD PMI Kabupaten Bandung juga secara direct menghubungi calon-calon pendonor via telepon.

“Kalau menunggu susah soalnya. Harus jemput bola. Golongan A ini termasuk yang agak susah stoknya. Selain jemput bola ke perusahaan-perusahaan kami juga melakukan teleponn ke teman-temang yang memiliki golongan darah A dan calon pendonor lainnya,” kata dia.

Hendra juga tak menampik jika kurangnya stok darah golongan A diakibatkan masih ada temuan kualitas darah yang didonorkan tidak masuk dalam kriteria layak. Kendati demikian, hal itu tidak terlalu berpengaruh kepada stok darah secara keseluruhan.

Pasalnya, kata dia, jika dihitung secara keseluruhan, setidaknya ada sekitar 5 atau 10 darah yang tidak layak dari 100 kantong darah yang didonorkan pendonor.

“Masih ada kami temukan darah yang positif terjangkit virus atau pernah memiliki riwayat terinfeksi penyakit tertentu. Intinya tidak layak lah. Darah itu langsung kami buang. Petugas juga memberi tahu pendonor jika darahnya tidak layak. Pendonor juga kami catat namanya,” katanya.

Oleh sebab itu untuk mengendalikan dan meningkatkan stok darah di UTD PMI Kabupaten Bandung, Hendra mengimbau agar masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya bisa langsung mendatangi UTD PMI Kabupaten Bandung.

“Terutama bagi masyarakat yang memiliki golongan darah A kami imbau donorkan darahnya. Karena stok di sini minim. Ini demi kemanusiaan,” katanya.(R Wisnu Saputra)

Editor: Dian Aisyah

Comment