by

Aksi Vandalisme Kembali Menimpa Spanduk Paslon Nomor 2⁣

BandungKita.id, KAB BANDUNG – Aksi vandalisme berupa tulisan PKI pada spanduk Pasangan Calon Bupati Dan Wakil Bupati Bandung Nomor Urut 2, Yena Iskandar Ma’soem-Atep, kembali terjadi. Tim pemenangan Yena-Atep sangat menyesalkan aksi tidak terpuji tersebut.⁣

Wakil Ketua Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan, Nanang Farhan mengungkapkan, aksi serupa pernah terjadi sebelumnya. Yaitu di wilayah Desa Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang yang ditemukan pada hari Senin 16 November 2020 dan sudah dilaporkan ke Bawaslu. ⁣

Selanjutnya, aksi vandalisme kembali terjadi di dua tempat yakni Jalan Pasir Luhur Babakan Jampang RW 17, Desa Alamenda, Kecamatan Rancabali dan di Kecamatan Cileunyi, depan Kantor Desa Cileunyi Wetan (belakang Terminal Cileunyi) Kabupaten Bandung. Aksi itu terungkap pada Jumat (20/11/2020).⁣

BACA JUGA :

Harapan Nomor 2, Paslon Yena-Atep Ingin Pilkada Damai di Tengah Pandemi dan Salam Dua Jari

Usung Konsep Perubahan, Pasangan Yena-Atep Optimistis Menangi Pilkada Kabupaten Bandung

Hasil Survei LSI Denny JA : DS-Sahrul Gunawan 45,9 Persen, Nia-Usman 28,9 Persen dan Yena-Atep 13,4 Persen

“Penemuan kasus perusakan spanduk pasangan calon nomor urut 2, Yena Iskandar Masoem – Atep dengan cara mencoret spanduk tersebut memakai tulisan “PKI” menggunakan bahan pilok yang sama saat kejadian di Bojongsoang yaitu berwarna abu-abu,” ungkap Nanang dalam keterangan yang diterima wartawan, Minggu (22/11/2020).⁣

Atas kejadian tersebut, kata dia, Pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Rancabali sedang meminta izin kepada dua minimarket yang ada di depan lokasi tersebut, agar berkenan memberikan izin melihat rekaman CCTV. ⁣

“Kami juga akan meminta kepada pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas, karena apabila dibiarkan bisa mengakibatkan konflik horizontal. Dikhawatirkan kader-kader PDI Perjuangan tidak terima atas fitnah keji tersebut, dan akan bertindak sendiri,” tandasnya. (Azmy Yanuar Muttaqien/BandungKita.id)⁣

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment