Keren! DKM An-Nur Parken Gelar Lomba Adzan se-Kecamatan Cangkuang

BandungKita.id, KAB BANDUNG – Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) An-Nur RW 10 Blok D Bumi Parahyangan Kencana, Desa Bandasari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung menggelar kegiatan lomba adzan dan tahfidz Qur’an dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1442 H.

Kegiatan lomba adzan dan tahfidz Qur’an tersebut dibagi ke dalam dua kategori yaitu kategori anak-anak dan dewasa. Terdapat puluhan peserta, baik peserta anak-anak dan dewasa yang mengikuti dua kegiatan perlombaan tersebut.

Pengurus DKM An-Nur, Mohammad Zezen Zainal M mengatakan kegiatan lomba adzan dan tahfidz Qur’an tersebut merupakan rangkaian kegiatan Isra Mi’raj yang digelar oleh DKM An-Nur. Perlombaan sudah dimulai sejak Sabtu (20/3/2021) lalu dan akan berakhir pada Sabtu (27/3/2021) mendatang.

“Insya Allah rangkaian kegiatan Isra Mi’raj ini akan ditutup dengan kegiatan Tabligh Akbar yang akan diisi oleh penceramah beken. Sebelum kegiatan tabligh Akbar akan diadakan pembagian hadiah bagi para pemenang serta penampilan seni Islami dan marawis,” ujar Zezen yang juga sebagai Sekretaris DKM An-Nur, Senin (22/3/2021).

Kegiatan lomba adzan dan tahfidz Qur’an untuk anak-anak sudah beberapa kali dilaksanakan. Namun untuk kegiatan lomba adzan dewasa merupakan kegiatan perdana atau pertama kali digelar.

“Tapi alhamdulilah responnya sangat antusias. Para peserta yang ikut serta cukup membludak dari beberapa desa di Kecamatan Cangkuang. Mudah-mudahan kegiatan lomba adzan antar DKM ini bisa menjadi agenda rutin tahunan yang dilaksanakan DKM An-Nur,” tambah Zezen.

BACA JUGA :

Kampung Pencetak Al-Qur’an di Kiaracondong, Wisata Reliji Baru Kota Bandung

Tragedi! Pesantren Tahfidz Qur’an “Diusir” Paksa dari KBB, Pendiri Ngadu ke Bupati dan Dewan⁣

LIPUTAN KHUSUS : Miris! Diduga Terprovokasi, Warga Tolak Keberadaan Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an di KBB⁣⁣

Respon dari mulai para peserta, Pengurus DKM hingga Ketua MUI Desa dan Kecamatan terhadap kegiatan lomba adzan tersebut sangat baik. Bahkan mereka mendukung DKM An-Nur untuk menjadikan kegiatan lomba adzan antar DKM ini sebagai agenda rutin tahunan dengan mengundang jumlah peserta yang lebih banyak.

“Ini kegiatan yang sangat positif dan contoh sangat bagus bagi masjid lainnya. Sangat pas dilaksanakan dalam rangka memperingati Isra Mi’raj karena oleh-oleh Isra Mi’raj itu adalah solat. Kita mengajak orang solat yaitu dengan adzan. Semoga melalui lomba adzan ini lahir muadzin-muadzin baru yang memiliki suara indah dan merdu,” kata Ketua MUI Kecamatan Cangkuang, Ust Dadang Gaos S.Ag

Dadang mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar DKM An-Nur tersebut karena menurutnya jarang sekali digelar kegiatan serupa yang digelar oleh pengurus masjid. Ia berharap kegiatan lomba adzan antar DKM tersebut bisa digelar minimal setiap setahun sekali demi melakukan regenerasi muadzin di masjid masing-masing.

“Yang tak kalah pentingnya adalah sebenarnya melalui lomba adzan ini bagaimana para pengurus masjid ini dapat bersilaturahmi dan saling bertukar ilmu bagaimana cara kita memakmurkan masjid di masing-masing tempat tinggal kita,” ujar Ust Dadang sambil tersenyum.

Peserta lomba adzan yang merupakan rangkaian kegiatan Isra Mi’raj di Masjid An-Nur RW 10 Blok D Bumi Parahyangan Kencana, Desa Bandasari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. (M Zezen Zainal M/BandungKita.id).

Sebagai informasi, kegiatan lomba adzan antar DKM tersebut diikuti oleh hampir 30 peserta perwakilan dari tiap DKM di Kecamatan Cangkuang. Dewan juri yang terlibat adalah para alim ulama yang terdiri dari Ketua MUI Kecamatan Cangkuang, Ustadz Dadang Gaos, Ketua MUI Desa Bandasari KH Aep Saepurrohman, dan Imam Masjid Besar Cangkuang, Ustadz Ade.

Terdapat tiga kriteria penilaian utama yakni lagu/lahan, makharijul huruf dan adab atau etika. Masing-masing peserta tampak berusah menampilkan performa terbaik mereka.

Lantunan suara adzan indah dikumandangkan para peserta. Lagam atau gaya adzan yang ditampilkan pun bermacam-macam, mulai dari adzan ala Mekkah, adzan ala Turki, adzan hingga adzan kontemporer ala Muzzammil Hasballah. Dukungan sound yang mumpuni semakin memperindah lengkingan adzan para muadzin.

“Juara bukanlah tujuan utama lomba adzan ini. Karena sebenarnya juara sejati adalah mereka para muadzin yang selalu mengumandangkan adzan untuk mengajak orang berjamaah di masjidnya masing-masing,” jelas Ust Ade, salah seorang dewan juri. (M Zezen Zainal M/BandungKita.id).

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment