oleh

Serapan Anggaran Pembebasan Lahan DPKP Kota Cimahi Masih Rendah

BandungKita.id, CIMAHI – Hingga tutup tahun 2018, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi hanya mampu menyerap Rp33 miliar dari Rp67 miliar anggaran yang disiapkan untuk pembebasan lahan.

Menurut Kepala DPKP, M. Nur Kuswandana, pembebasan lahan masih menjadi kendala penyerapan anggaran di dinasnya tak maksimal, yang berpengaruh pada rendahnya penyerapan anggaran Pemerintah Kota Cimahi.

“Pembebasan lahan itu berkaitan dengan masyarakat banyak, karena ada lahan yang secara administrasi tidak lengkap, tidak bisa dipaksakan karena khawatir ada sengketa di kemudian hari,” kata Nur saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jumat (4/1/2019).

Pada tahun 2018 kemarin, Pemkot Cimahi memiliki rencana pembebasan lahan di sejumlah lokasi, diantaranya pembebasan lahan di Kelurahan Cigugur Tengah sekitar 4.000 meter persegi dan di Kelurahan Melong seluas 6.000 meter persegi.

Untuk membebaskan lahan di dua daerah itu, Pemkot Cimahi menganggarkan sebesar Rp67 miliar yang dipaketkan dengan pembebasan lahan untuk pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Pembebasan lahan di Cigugur dan Melong sebagai rencana untuk pengentasan banjir.

Kemudian, ada juga pembebasan lahan pengganti Lapangan Krida yang kini beralihfungsi menjadi Gedung Cimahi Technopark. Untuk lahan penggantinya, tetap akan mengincar lahan di Kelurahan Utama dengan estimasi anggaran mencapai Rp19 miliar.

Hingga tutup tahun 2018, DPKP mencatat penyerapan fisik menyentuh angka 65 persen, sedangkan penyerapan anggaran hanya 40 persen.

Namun dia menjelaskan jika persentase tersebut belum termasuk penagihan hingga menjelang tutup buku dan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pertama sejumlah proyek yang dilaksanakan.

“Sampai akhir ada sejumlah penagihan dan PHO, namun belum sempat diinventarisir karena mesti teliti. Mungkin ada peningkatan persentase serapan fisik dan serapan anggaram sampai tutup buku,” bebernya.

Pada tahun 2018 kemarin, DPKP sendiri mendapatkan anggaran belanja senilai Rp148 miliar, yang diperuntukkan bagi pembebasan lahan, pengerjaan fisik, pemeliharaan, gaji pegawai, dan lain-lain.***(SDK/BandungKita)

Komentar