oleh

Hindari Pemotongan Dana Bantuan Sosial, Pemda Garut Libatkan Kepolisian

BandungKita.id, GARUT – Pemkab Garut akhirnya melibatkan aparat kepolisian dari Polres Garut, dalam penyaluran seluruh bantuan sosial pemerintah itu. Hal ini dilakukan untuk menghindari pemotongan anggaran bantuan sosial yang diberikan pemerintah melalui Program Keluarga Harapan (PKH).

Seperti diketahui pemerintah melalui program PKH, menyalurkan sejumlah bantuan sosial bagi masyarakat, mulai Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Keluarga Harapan (PKH) hingga Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, sejak diteken kerjasama kedua belah pihak, lembaganya siap mendampingi seluruh penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat tersebut.

“Ini untuk menghindari penyimpangan agar bantuan tepat sasaran,” ujarnya selepas penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Sabtu (12/1/2019).

Baca juga: Helmi Bawa Konsep Sadar Sampah Dari Korsel ke Garut

Menurutnya, pendampingan penyaluran itu penting untuk memberikan rasa aman bagi warga, terlebih selama ini banyak laporan yang masuk akibat tidak tepatnya penyaluran sejumlah bantuan. “Terkait anggaran (besarnya bantuan), Polres akan berkordinasi dengan dinas terkait,” ujar Budi.

Selain mendampingi pencairan bantuan, kerjasama itu mencakup pertukaran data dan informasi, bantuan pengawasan dan pengamanan, hingga penegakan hukum. “Nanti tim akan membentuk Satgas khsusus untuk menindaklanjuti MoU tersebut,” ujarnya.

Baca juga: Pemda Garut Siapkan Kampung Silat Sebagai Wisata Edukasi

Sementara itu Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman menambahkan, selama ini anggaran yang digelontorkan pemerintah melalui Kementerian Sosial cukup besar, sehingga dibutuhkan pengawasan yang lebih intensif.

“Semoga pengarahan Polres Garut kepada Dinas Sosial terkait MoU tersebut bisa dilaksanakan oleh petugas dilapangan,” kata dia.

Beberapa pengawasan yang akan dilakukan petugas dilapangan berlaku kepada seluruh masyarakat penerima bantuan, kaum disabilitas, dan mahasiswa kurang mampu.

Sedangkan jenis bantuan yang diberikan mulai bencana alam, bencana sosial hingga program lain seperti bantuan tunai untuk keluarga harapan, beras sejahtera (Awalnya beras miskin). “Banyak sekali programnya,” ujarnya.***(RUL/BandungKita)

Komentar