by

Bupati Bandung Apresiasi Mizan Amanah, Membangun Rest Area Ummat di Bypass Cicalengka

BandungKita.id, CICALENGKA – Bupati Bandung Dadang M Naser mengapresiasi sinergitas yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Yayasan Mizan Amanah dan PT. Midi Utama Indonesia, yang berencana membangun Rest Area Ummat di Jalan Bypass Cicalengka. Bupati meyakini, rencana pembangunan tersebut dapat membawa angin segar bagi perekonomian daerah setempat.

“Ini merupakan aset untuk Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka. Tentu dengan kehadiran investasi ini diharapkan dapat membawa angin segar untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” ungkap Dadang Naser seusai kegiatan Ground Breaking Ceremony Rest Area Ummat di Cicalengka, Jumat (11/12/2020).

Pada kesempatan itu, dirinya juga berharap kehadiran Mizan Amanah bisa menjadi contoh bagi nazhir wakaf (penerima wakaf) dalam mengelola potensi umat. Menurutnya, hingga saat ini zakat dan wakaf di Kabupaten Bandung masih dikelola secara konvensional.

“Mizan Amanah bisa bekerjasama dengan organisasi-organisasi penerima zakat lainnya seperti Baznas Kabupaten Bandung, untuk saling sharing bagaimana menjadikan potensi umat yang ada menjadi wakaf produktif, sehingga bisa menjadi dana abadi umat,” ujarnya.

BACA JUGA :

Kabupaten Bandung Jadi Pusat Kopi dan Hortikultura, Kementan RI Anugerahi APPI Award 2020 Kepada Dadang Naser

Pilbup Bandung Jadi Patokan Kesuksesan Pilkada Jabar 2020, Dadang Naser: Hindari Euforia Berlebihan!

Sampaikan Harapan di Pilbup Bandung 2020, Acil Bimbo: Semoga Pemimpin di Luar Dinasti Membawa Perubahan

Senada dengan bupati, Ketua Yayasan Mizan Amanah, Unang Hendrayana mengungkapkan, terdapat tiga hal yang menjadikan wakaf tidak produktif, antara lain kurangnya pemahaman masyarakat tentang wakaf.

“Yang masyarakat tahu, wakaf itu hanya berbentuk masjid atau makam saja. Selain itu, kurang kreatifnya nazhir wakaf serta tidUak baiknya manajerial wakaf, menjadi alasan kenapa wakaf yang dikelola kurang produktif,” urainya.

Unang juga menjelaskan, Rest Area Ummat yang dibangun merupakan salah-satu gagasan kreativitas dalam mengelola amanah umat. Tak hanya tempat ibadah, rest area tersebut akan dilengkapi sarana pendidikan, training center, rumah tahfidz, minimarket dan pujasera.

“Seluruh kegiatannya akan terhubung menjadi satu ekosistem. Hal ini sesuai dengan tema kami, yakni menumbuhkan kemandirian negeri salah satunya melalui potensi dana umat. Jadi, bagaimana caranya dana umat yang dititipkan menjadi wakaf produktif,” paparnya.

Courtsey : Mizan Amanah Official

Sementara General Manager License PT. Midi Utama Indonesia, Agus Toto menuturkan, dalam kurun waktu tiga bulan pihaknya bisa mengumpulkan Rp. 1,9 miliar dari donasi konsumen Alfamidi. Ia melanjutkan, donasi itu nantinya akan digunakan untuk pembangunan Masjid Al-Wadi di Rest Area Ummat sebesar Rp. 1,5 miliar.

“Di Bulan April, Mei sampai Juni, dana yang bisa terkumpul kurang lebih Rp.1,9 miliar. Dana ini berasal dari donasi yang diberikan konsumen sekitar Rp. 1 – Rp. 449, yang selalu ditanya kasir Alfamidi setiap bertransaksi,” jelas Agus.

Dalam pembangunannya sendiri, pihaknya memilih yayasan independen. Agus berpendapat, Yayasan Mizan dapat amanah dalam mengelola dana umat yang dititipkan konsumen Alfamidi.

“Tidak hanya berorientasi bisnis, Alfamidi juga memikirkan bagaimana memakmurkan umat. Seperti yang disampaikan Pak Bupati, kalau program ini menjadi wakaf produktif, maka donasi ini akan terus bergerak menjadi dana abadi,” pungkasnya. (*)

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Sumber : Humas Pemkab Bandung

Comment