by

Diplomasi Gepuk Rumdin Bupati DS Versus Jurus “Gebuk” Ala Nasdem Kabupaten Bandung

BandungKita.id, KAB BANDUNG – Soal kata, lidah bisa saja berbohong. Namun soal rasa, lidah tak pernah bohong.

Maka ketika sang tuan rumah menyajikan hidangan makan siang dengan menu istimewa gepuk daging, lalaban, sambel dan aneka lauk pauk lainnya, sang tamu pun langsung menyantapnya dengan lahap. Apalagi siang itu, sang tamu sudah menunggu kedatangan sohibul bait lebih dari satu jam lamanya.

Sang empunya rumah, siang itu harus terlebih dahulu mendampingi Menteri Kesehatan dan Wakil Gubernur Jabar yang turun langsung meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk lansia di Kabupaten Bandung. Alhasil, rombongan tamu Partai Nasdem pun harus sabar menanti kedatangan penghuni baru rumah rakyat tersebut.

Usai makan siang, suasana yang awalnya agak kaku, tampak lebih cair. Penyebabnya, sang tamu pun langsung melontarkan pujian dan terima kasih sudah dijamu makan siang mewah siang itu. Klop. Antara kata dan rasa seiring seirama. Seruputan es campur dan beberapa hisapan rokok filter menjadi hidangan penutup makan siang yang berlangsung santai itu.

Seperti itulah kurang lebih gambaran pertemuan antara Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Bandung Agus Yasmin dan Bupati Bandung Dadang Supriatna (Kang DS) di rumah dinas Bupati Bandung, Kompleks Pemkab Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (18/5/2021) siang.

Boleh dibilang, Bupati DS berhasil mencairkan suasana yang tadinya agak kaku berkat “diplomasi gepuk” rumdin. Terlebih, kedatangan tokoh politik sekaliber Agus Yasmin yang membawa kekuatan penuh alias full team juga menjadi tanda tanya. Seluruh struktur Partai Nasdem ia ajak serta termasuk para anggota DPRD Fraksi Nasdem seperti Tri Bambang Pamungkas, Tarlan dan lainnya.

Banyak spekulasi berkembang, apakah pertemuan tersebut hanya bentuk silaturahmi biasa dalam rangka halal bihalal sesudah lebaran, atau kah ada agenda lain?

Usut punya usut, kedatangan rombongan Partai Nasdem ke rumah dinas Bupati Bandung salah satu agenda utamanya tiada lain yakni untuk mengingatkan sekaligus meneguhkan komitmen Kang DS, sapaan akrab Bupati, mengenai komitmen koalisi yang mereka jalin di awal pengusungan pasangan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan.

Sumber BandungKita.id menyebutkan, di awal kepemimpinannya Kang DS dinilai partai koalisi terutama Nasdem terlalu bersemangat dan kerap tampil sendiri sehingga terkesan melupakan dan meninggalkan Sahrul Gunawan, wakil bupati usungan Nasdem termasuk partai koalisi lain.

Sebagai mitra koalisi utama, Nasdem merasa perlu mengingatkan Kang DS agar tetap menjaga komitmen yang mereka bangun bersama Partai Nasdem dan partai koalisi lainnya.

“Ya kita silaturahmi aja sambil mengingatkan dan menegaskan komitmen koalisi dan dukungan kita terhadap pemerintahan Kang DS dan Sahrul Gunawan,” kata Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Bandung, Agus Yasmin.

BACA JUGA :

Kang DS Ingin Persikab Jadi Klub Profesional dan Kembali Main di Divisi Utama, Begini Caranya

Buka Open Bidding Calon Sekda Kabupaten Bandung, Kang DS : Dijamin Tak Ada Mahar

Pengunjung Membludak, Bupati DS Tutup Seluruh Tempat Wisata di Bandung Selatan

Kang AY, sapaan akrab Agus Yasmin menegaskan walau Partai Nasdem merupakan mitra koalisi utama PKB, partai pengusung Dadang Supriatna, pihaknya tak akan segan melontarkan kritik dan memberikan masukan bagi pemerintahan Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan.

“Kami beda dengan partai lain. Walau kami adalah mitra koalisi, kami tetap akan melakukan otokritik terhadap kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai. Tentunya kritik membangun untuk kepentingan masyarakat,” ujar Kang AY sebelum pertemuan dengan Bupati Dadang Supriatna.

Namun pertemuan siang itu sedikit kurang lengkap akibat ketidakhadiran kader Partai Nasdem yang juga Wakil Bupati Bandung, Sahrul Gunawan. Sahrul yang awalnya juga dijadwalkan hadir pada pertemuan itu, mendadak batal datang karena ayahnya dikabarkan mendadak masuk IGD di Bogor. Sahrul langsung bertolak ke Bogor.

“Terima kasih jamuan makan siangnya. Terima kasih sudah menjamu kami semua. Kami doakan Pak Bupati dan keluarga selalu sehat dan banyak rezekinya,” ujar Kang AY membuka obrolan usai makan siang.

Selanjutnya, usai ngobrol santai dan sesekali saling berbisik, Kang AY menyampaikan maksud tujuannya bersilaturahmi ke rumah dinas Bupati. Ia mengungkapkan kegembiraannya karena saat ini rumah dinas Bupati tak lagi eksklusif seperti dulu. Saat ini, kata dia, rumah dinas Bupati Bandung bisa didatangi siapapun.

“Ini adalah sejarah bagi Nasdem bisa diterima di rumah dinas Bupati. Saya senang, sekarang rumah dinas sudah jadi rumah rakyat yang dapat didatangi siapapun. Dulu tidak sembarang orang bisa diterima di rumdin Bupati ini. Dulu tertutup, sekarang siapapun bisa berkunjung ke rumdin Bupati,” tuturnya.

Usai beramah tamah membuka obrolan, Kang AY mulai berbicara lugas dan terbuka. Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung itu menyebut sebagai mitra koalisi utama PKB, partainya siap mendukung penuh dan mengawal kebijakan pemerintahan Bupati Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan.

Namun Agus Yasmin juga memberi pesan bahwa Partai Nasdem juga tak segan mengeluarkan jurus untuk “menggebuk” pemerintahan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan jika melenceng dari komitmen dan visi misi Bedas yang telah dicanangkan bersama ketika mereka berjuang mengusung dan memenangkan pasangan Bedas.

Jurus “gebuk” ala Partai Nasdem, kata Kang AY, akan dilakukan dengan cara mengambil sikap menjadi mitra koalisi kritis dan bersikap objektif serta mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan partai atau pun golongan. Otokritik demi perbaikan dan kepentingan bersama, menurutnya, tak akan tabu dilakukan Partai Nasdem.

“Kami tak akan segan menyampaikan otokritik terhadap pemerintahan ini selama untuk kemaslahatan masyarakat. Nasdem akan menempatkan diri sebagai mitra kritis agar menjadi masukan bagi Bupati. Kami tidak ingin menyampaikan masukan yang ABS (Asal Bapak Senang),” ungkap Kang AY tegas.

“Partai kami ini partai progresif dan akan bertindak cepat dan terukur demi perubahan-perubahan. Namun secepat-cepatnya kami, tidak akan melebihi kecepatan PKB. Mudah-mudahan kita bisa tetap seiring sejalan dalam melayani masyarakat Kabupaten Bandung,” tandas Kang AY.

Apakah pesan Nasdem yang siap mengkritik pemerintahan Bupati DS dan Sahrul Gunawan itu merupakan sinyal ada masalah dalam partai koalisi?

Kita tak tahu pasti. Yang jelas adagium lama menyebutkan, di dalam politik tak ada kawan dan lawan abadi, yang abadi hanya kepentingan.

Namun terlepas dari ada masalah atau tidak, yang jelas pemerintahan DS-Sahrul Gunawan dan partai koalisi pendukungnya wajib berbuat maksimal untuk sebesar-besarnya kepentingan masyarakat Dalem Bandung.

Mendengar pernyataan menohok dari mitra koalisinya, Kang DS langsung merespon. Sambil tertawa, orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu segera berusaha mencairkan suasana.

Kang DS mengaku gembira dengan kedatangan mantan seniornya di Partai Golkar yakni Agus Yasmin berserta rombongan Partai Nasdem. Ia berjanji akan berusaha mengagendakan pertemuan rutin dan intens berkomunikasi dengan Partai Nasdem sebagai mitra koalisi utama PKB.

“Terima kasih atas silaturahminya Pak Ketua (Agus Yasmin). Saya berharap silaturahmi ini jangan saat ini saja. Insya Allah kita jadwalkan rutin. Insya Allah tidak akan ada penyekatan bagi Partai Nasdem kalau mau datang ke sini,” ujar Bupati DS sambil tertawa.

Kontan, seisi ruangan ikut tertawa mendengar guyonan orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu. Sebagian rombongan Nasdem bahkan ikut bertepuk tangan.

Kang DS mengaku dirinya bukan tipe orang yang alergi dengan kritikan. Ia justru sangat menantikan kritikan dan masukan konstruktif demi kepentingan masyarakat dan terwujudnya perubahan-perubahan di Kabupaten Bandung.

“Saya sangat menunggu kritikan-kritikan membangun untuk kemajuan Kabupaten Bandung. Dan itu sesuai taglinenya Partai Nasdem yakni gerakan perubahan. Kita sejak awal sepakat ingin melakukan terobosan-terobosan dan perubahan di Kabupaten Bandung,” tutur Bupati yang duduk di sebelah Agus Yasmin.

Kang DS juga secara tersirat menjawab harapan Agus Yasmin yang mengingatkan agar Bupati tetap berkomitmen terhadap visi misi dan program yang sudah disepakati bersama partai koalisi. Bupati menjamin dirinya tidak akan lupa dengan komitmen yang sudah dibangun bersama Partai Nasdem dan partain koalisi lainnya seperti PKS dan Demokrat.

“Untuk (komitmen dengan) partai koalisi, saya tidak lupa dan tidak akan melupakan sejarah karena Partai Nasdem telah sama-sama berjuang dengan kami. Saya tidak akan melupakan perjuangan itu. Kita ingin bersinergi ke depan,” ujar Kang DS dengan nada serius.

Ia berharap Partai Nasdem dan partai koalisi lainnya dapat tetap bersama dan mendukung pemerintahan yang baru seumur jagung agar dapat merealisasikan visi misi dan program yang sudah dijanjikan.

“Saya sepakat kita sama-sama besar untuk persiapan di 2024. Kita akan ada pemetaan dan komunikasi. Saya tidak ingin koalisi ini jatuh di tengah jalan. Dan saya juga siap mengkritik koalisi jika ada yang overlap. Prinsipnya, saya ingin tetap (koalisi) bulat (utuh). Apalagi sejak awal kita berjuang dan berdarah-darah bersama. Mari sama-sama saling membantu dan mendorong program-program yang sudah dicanangkan,” beber Kang DS.

Apakah diplomasi Gepuk Rumdin Bupati akan efektif merekatkan kembali barisan koalisi pendukung pasangan Bedas? Dan apakah Partai Nasdem akan menggunakan jurusnya untuk “menggebuk” pemerintahan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan? Mari kita simak bersama. ( M Zezen Zainal M/ BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment