Sering Beli Buah Diluar Musim? Ibu-Ibu Wajib Tahu, Apa Itu Rekayasa Genetika!

Gaya Hidup, Health301658 Views

BandungKita.id, TIPS – Terkadang, rekayasa genetika digunakan pada tanaman buah untuk menghasilkan buah-buahan yang lebih tahan lama terhadap hama dan dapat meningkatkan hasil panen. Namun, rekayasa genetika juga memiliki kekurangan, seperti mengganggu keseimbangan ekosistem karena didominasi GMO atas spesies alami dan dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti alergi

Dalam pandangan Islam, rekayasa genetika pada buah dan sayur diperbolehkan selama tidak merusak kesehatan manusia dan lingkungan

Saat ini, terdapat ratusan produk rekayasa genetika yang tersebar di seluruh dunia. Beberapa contoh buah hasil rekayasa genetika yang unik dan langka antara lain nanas pink, apel pink, anggur semanis permen kapas, apel yang tidak mudah membusuk, dan cucamelon.

Baca Juga:

Yuk Simak, Berikut ini Adalah Tips Mencegah dan Sembuhkan Flu

Hendak Memasuki Usia 50-an? Ini Rekomendasi 5 Makanan Terbaik

Simak! 6 Tips Simpel Untuk Tingkatkan Kekebalan Tubuh Anda

Rekayasa genetika dapat mempengaruhi lingkungan dalam beberapa cara. Disatu sisi, rekayasa genetika dapat membantu menghasilkan tanaman yang lebih tahan terhadap hama dan penyakit, sehingga mengurangi penggunaan pestisida dan herbisida yang dapat mencemari lingkungan.

Dilansir Viva, Kontroversial tentang rekayasa genetika pada tanaman pangan juga pernah terjadi, ada yang mengatakan bahwa rekayasa genetika dapat membuat produk yang akan dikonsumsi menjadi berbahaya. Hal ini kemudian diklarifikasi oleh Darda Efendi, sebagai ahli bioteknologi buah-buahan IPB. “Rekayasa genetika yang telah sesuai dengan protokol, maka hasil rekayasa genetikanya tentu tidak berbahaya. Bahkan saat ini kedelai yang kita konsumsi (yang sebagian besar adalah kedelai impor) dan diolah menjadi tempe dan tahu, merupakan hasil rekayasa genetika,” terang Darda.

“Rekayasa genetika yang telah sesuai dengan protokol, maka hasil rekayasa genetikanya tentu tidak berbahaya. Bahkan saat ini kedelai yang kita konsumsi (yang sebagian besar adalah kedelai impor) dan diolah menjadi tempe dan tahu, merupakan hasil rekayasa genetika,” terang Darda.

Video Pilihan:

Hendak Memasuki Usia 50-an?Ini Rekomendsasi 5 Makanan Terbaik

Darda menyampaikan bahwa rekayasa genetika memiliki keuntungan, yakni sebagai alat yang potensial untuk pemuliaan tanaman. Selain itu, rekayasa genetika dapat menghilangkan pembatas antar makhluk hidup sehingga bisa mengambil gen dari hewan, bakteri, atau cendawan tertentu yang dibutuhkan, kemudian dengan rekayasa genetika dapat ditransformasikan pada tanaman yang kita inginkan.

“Rekayasa genetika yang dilakukan secara teoritis juga dapat mempersingkat waktu pemuliaan dibandingkan dengan pemuliaan konvensional. Rekayasa genetika memungkinkan terjadinya perubahan pada sifat-sifat tanaman, baik dengan menghilangkan sifat-sifat yang tidak dinginkan, meningkatkan atau memperkenalkan sifat-sifat baru,” tambahnya.

Sementara itu, Kompas melansir Rekayasa genetik tetap memiliki kekurangan, yaitu:

  • Keseimbangan ekosistem bisa terganggu karena dominasi GMO atas spesies alami.
  • Gangguan kesehatan akibat penggunaan hasil rekayasa genetik ialah reaksi alergis yang sudah dapat dibuktikan.
  • Peperangan bisa berbahaya karena senjata biologis yang diproduksi dengan rekayasa genetika.
  • Penelitian telah membuktikan bahwa beberapa produk makanan mempertahankan bahan genetik buatan yang akan menciptakan efek merugikan pada kesehatan manusia.

Editor: Dhomz?BandungKita.id

Sumber: Viva , Kompas

Comment