BandungKita.id, BANDUNG – Pembangunan jalan North-South (Ns) Link atau Tol dalam Kota Bandung direncanakan dibangun sepanjang 14,3 KM, mebentang dari Pasirkoja hingga ke Jalan Supratman. Pembangunan tol tersebut akan direalisasikan akhir 2019 dan berfungsi optimal pada 2021.
Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan tol tersebut akan dibangun dengan konsep elevated, yakni posisi ruas jalan tol berada di atas jalan Raya. Sehingga kecil kemungkinanan adanya hambatan pembebasan lahan.
“Ini kita bangunnya jalan itu di atas jalan raya sekarang jadi tidak perlu banyak menyita lahan warga,” jelas Oded selepas menerima audiensi dan presentasi terkait rencana pembangunan Ns-Link dari perwakilan PT. Citra Marga Lintas Jabar, PT. Jasa Sarana dan PT. Wijaya Karya, di ruang tengah balai Kota Bandung, Rabu (2/1/2019)
Meski begitu, Oded mengatakan, proyek tersebut masih perlu kelengkapan lainnya, seperti perubahan tata ruang, izin dan amdal.
“Proyek Ini masih perlu beberapa tahapan, baik itu memprsiapkan daya dukung dari sisi perizinan, amdal lalin dan sebagainya ya, termasuk Rencana Tata Ruang Wilayah (RT-RW) juga harus di rubah, Nah RTRW juga kan akan dibahas tahun tahun ini,” lanjut Oded
Sementara itu untuk rute lainya yakni dari Jalan Laswi hingga Jalan Supratman, Oded mengusulkan, agar dibangun dengan konsep jalan bawah tanah atau underpass.”Untuk usulan underpass, itu dari Laswi sampai Supratman, karena jalur itu banyak bangunan bersejarah, jadi biar tidak menganggu,” kata Oded
Ditanya soal berapa jumlah anggaran yang butuhkan, Oded belum dapat memastikan. “Belum, belum masuk pembahasan nilai (anggaran),” ujarnya.
Hal senada diungkapkan, Wakil Pimpinan Proyek CMLJ, Tri Agus. Ia menjelaskan proyek ini masih sangat awal, terbukti baik Pemkot Bandung maupun pihak pengembang, belum menyebutkan angka pasti biayanya.
“Ini masih belum ada (jumlah anggaran) ide-ide nya masih kasar sekali, tapi poroyek ini kan konsorsium yah, didalamnya ada PT. Citra Marga Lintas Jabar itu sendiri, kemudian PT. Jasa Sarana dan PT. Wijaya Karya, pihak inilah nanti yang akan membiayai proyek baik itu dengan sistem utang atau opsi-opsi lain, banyak lah” kata Tri
Disinggung soal proses pembebasan lahan, Tri menyebut kemungkin ada beberapa rumah atau lahan pemukiman warga yang terdampak, terlebih jika konsep eleveted memerlukan ruas jalan yang berbelok.
“kan tidak mungkin lurus membentang terus, walaupun jalan eleveted ini diatas kemungkinan akan ada rumah warga yang terdampak atau lahan lainya, mungkin pagarnya kena atau bagaian lainnya,” pungkas Tri.***(TRH/BandungKita)





Comment