Suara Gemuruh Misterius Tengah Malam Bikin Gempar Bandung Barat, BMKG dan PVMBG Pernah Ungkap Soal Pemicunya

Peristiwa936 Views

BANDUNG BARAT, Bandungkita.id – Warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan sekitarnya dibuat geger oleh kemunculan suara gemuruh misterius yang terdengar cukup keras pada tengah malam Sabtu dini hari tepat jam 00.00 Wib, Suara dengan frekuensi rendah yang disertai getaran fisik tersebut memicu kepanikan hingga menjadi perbincangan hangat di jejaring media sosial.

Berdasarkan pantauan Bandungkita.id di linimasa Facebook, puluhan warga dari berbagai kecamatan melaporkan dampak dari fenomena tersebut.
Getaran yang ditimbulkan cukup kuat hingga meretakan ketenangan malam. Warga Nanggerang, Lilis Ajjah We, menuturkan bahwa getaran tersebut membuat kaca rumahnya bergetar (“Sampe kaca ngageubeur KA nanggerang”).

Senada dengan Lilis, akun Hania Dhin’s serta Imat Kurnia mengonfirmasi fenomena serupa di mana pintu rumah mereka ikut bergetar hebat.

Sebaran laporan warga mengindikasikan fenomena ini terdengar di area yang sangat luas. Laporan datang dari kawasan Ngamprah, Pasirlangu, Ciraden, Batujajar, Cililin, Sindangkerta, Lembang, Cibeber, hingga merembet ke wilayah Kota Cimahi. Warga Pasirlangu, Susi Smyt, menggambarkan suara tersebut berulang mirip dentuman bedug atau sound system berdaya besar dari kejauhan.

Ketiadaan sumber visual di langit malam sempat memicu beragam spekulasi liar di tengah masyarakat, mulai dari isu gempa bumi besar hingga latihan militer.

Kendati demikian, merujuk pada rekam jejak konfirmasi teknis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada peristiwa-peristiwa serupa di Jawa Barat, terdapat beberapa penjelasan ilmiah utama:

  1. Inversi Suhu dan Awan Konvektif (Temperature Inversion): Stasiun Geofisika BMKG Bandung kerap menjelaskan bahwa petir saluran tertutup (cloud-to-cloud) di balik awan konvektif pada malam hari dapat memicu suara dentuman merambat jauh.

Ketika terjadi fenomena inversi suhu di atmosfer, gelombang suara tidak menyebar ke atas melainkan memantul kembali ke permukaan tanah, sehingga menimbulkan efek getaran pada pintu dan kaca tanpa terlihat kilatan cahaya.

  1. Aktivitas Mikroseismik Dangkal: BMKG dan PVMBG juga mengidentifikasi bahwa getaran fisik tanpa magnitudo besar kerap dipicu oleh dislokasi batuan dangkal berskala kecil (mikroseismik).

Resonansi dari gelombang dangkal ini umumnya cukup untuk menggetarkan struktur bangunan ringan namun kerap tidak terdeteksi sebagai gempa tektonik utama pada sistem pemantauan standar.

  1. Dinamika Rongga Bawah Tanah: Dalam kasus dentuman lokal seperti yang pernah diteliti BPBD KBB dan PVMBG di kawasan karst Cipatat, pergerakan air tanah bertekanan tinggi di dalam rongga batuan kapur atau pergeseran struktur tanah bawah permukaan juga berpotensi melepaskan energi akustik ke permukaan.
  2. Gelombang Kejut (Shockwave) Non-Alam: BMKG menggarisbawahi kemungkinan adanya sonic boom atau gelombang kejut dari aktivitas operasional, peledakan amunisi, maupun kegiatan militer yang getarannya merambat melintasi batas wilayah admistratif.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh isu-isu mistis atau disinformasi yang beredar, serta terus memantau pembaruan informasi resmi dari BMKG Bandung maupun BPBD Kabupaten Bandung Barat.

Sampai berita ini diturunkan, suara gemuruh tersebut sesekali masih terdengar. (Dhomz/BandungKita.id)

Gambar:Ilustrasi

Comment