by

Fashion Unik : Kala Batik Bertemu Seni Tato, Begini Hasilnya

BandungKita.id – Kreasi para desainer memang tak terbatas. Inspirasi yang datang bisa berasal dari berbagai hal dan dituangkan dalam karya desain atau motif mereka. Namun apa jadinya jika seniman tato dan penata rambut berkolaborasi menggabungkan ide mereka.

Ide cukup unik ini dituangkan Populo Batik yang baru meluncurkan koleksi terbarunya, Tattoo Collection. Brand fashion ini menggandeng seniman tato dan penata rambut dari Berlin Jerman, Tobias Vetter.

Hasil kolaborasi ini menghasilkan sebuah gabungan motif tradisional dan seni kontemporer.

“Koleksi busana kontemporer, melestarikan seni kerajinan batik Indonesia,” ujar Marketing Communication Populo Batik, Karina, seperti dikutip dari Dream.co.id, Minggu (30/9/2018).

Karina mengatakan motif latar belakang “ “Tattoo Collection” adalah Alas Jawa yang diubah menjadi pembuluh darah. Vena memiliki filosofi sebagai pohon kehidupan manusia, tempat darah mengalir dan berhubungan erat dengan seni tato.

Sementara desain Tobias Vetter memberikan idenya dengan menampilkan motif payung, pipa, pisau, dan beberapa bentuk botol.

Desain kain dilengkapi sisir dan gunting rambut vintage yang digambar artis tatto Toblas Betterm, yang posisinya seperti huruf “V” untuk Viktor dan motif ketiga adalah logo Vicktorleske.

Ketiga pola diposisikan secara berurutan sehingga menciptakan pola V yang simetris.

“Kami ingin mendesain garis batik, pada satu sisi memiliki basis kuat dalam herritage batik tradisional Indonesia dan pola perancangan pendekatan desain internasional,” kata dia.

Penggunaan warna dan siluet di sisi lainnya, kata Karina, menghasilkan temuan baru untuk desain batik.

Papulo sendiri didirikan di Jakarta pada tahun 1994 dengan koleksi kontemporer non batik. Kemudian, pada tahun 2013 meluncurkan koleksi batik pertama untuk menghadirkan seni kerajinan batik indonesia.

Sekedar informasi, Populo juga memberikan penawaran bagi konsumen yang ingin custom sendiri model yang diinginkannya. Kisaran harga yang diberikan bervariatif berkisar antara Rp 750 ribu-Rp 3 juta. Saat ini penjualan hanya dilakukan secara offline di Store Populo Batik.(ZEN/BandungKita.id)

Comment