oleh

Gomez : Sepakbola Itu Pesta, Bukan Perang

BandungKita.id – Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez memberikan apresiasi terhadap Viking dan The Jakmania Kabupaten Indramayu yang sepakat berdamai, menyusul tewasnya Haringga Sirila yang tewas dikeroyok sejumlah oknum bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage Kota Bandung, Minggu (23/9/2018) lalu.

Menurut pelatih asal Argentina, hal tersebut merupakan langkah tepat ketimbang harus berseteru dan menganggap rival yang sudah berlangsung sejak awal 2000-an silam.

“Banyak laga derbi dengan separuhnya satu kubu dan separuh kubu lainnya, karena mereka berpesta bukan berperang. Jadi mereka bisa datang dengan keluarga ketika bertanding melawan Arema atau Persija, itu akan indah. Mungkin tim yang didukung bisa menang, kalah atau draw tapi itu bukan masalah dan itulah sepakbola,” ujar Gomez kepada BandungKita.id di Stadion SPOrT Jabar, Jalan Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (30/9/2018).

Ia mencontohkan rivalitas yang terjadi di Liga Spanyol antara Barcelona dan Real Madrid. Menurutnya, pertandingan tetap berjalan aman dan lancar, meski kedua tim memiliki rivalitas yang sangat tinggi bahkan kerap terjadi banyak pelanggaran keras di kapangan.

Namun menurutnya suasana panas hanya terjadi selama “pertarungan” 90 menit di lapangan. Setelahnya, para pemain maupun suporter kembali berpelukan dan melepaskan pertikaian di luar stadion.

“Jangan ambil contoh dari negara saya (Argentina), karena disana juga tidak bagus. Kami harus belajar dari situasi ini, terkadang kami belajar dari hal menyakitkan tapi ini penting. Kenapa tidak nanti ada yang pergi ke Arema atau Persija, atau sebaliknya,” tutur Abah Gomez, sapaan akrabnya.

Ke depan, Abah Gomez berharap virus perdamaian terus menular. Tak hanya untuk Persib dan Persija, namun juga menular kepada seluruh tim dan suporter di Indonesia.

“Terkadang ada orang-orang yang mengambil keuntungan dari situasi ini. Jadi jangan dengar orang ini, dia ingin kami didenda, dihukum, jangan (dengar). Setiap orang membuat kesalahan. Dan jika ada orang lain memilih mendukung Persija itu bukan masalah, apa masalahnya? Saya senang jika menang dan mereka juga akan senang jika menang, itu saja, tidak ada perang dan kekerasan lainnya,” harapnya. (JAR/BandungKita.id)

Komentar