oleh

VIRAL! Beredar Video Percakapan Bupati KBB Aa Umbara Meminta Guru Honorer Pilih Anak dan Adiknya di Pileg 2019, Begini Isi Rekamannya

BandungKita.id, NGAMPRAH – Video berdurasi 1.22 menit yang berisikan percakapan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna yang meminta suara guru honorer diarahkan untuk anaknya Rian Firmansyah dan adiknya Usep Sukarna yang mencalonkan diri di pemilihan legislatif DPR RI dan DPRD Provinsi Jawa Barat viral di media sosial dan di kalangan para wartawan.

Belum diketahui pasti kapan video itu dibuat dan di mana lokasi video tersebut.

Pantauan BandungKita.id, dalam video tersebut, pembicaraan dilakukan dalam sebuah ruangan dan Bupati Aa Umbara tengah mengenakan seragam dinas dan duduk di sebuah kursi berwarna cokelat. Tidak diketahui, siapa lawan bicara Bupati kecuali sebutan Kepala Dinas yang disebutkan oleh Bupati.

“Hari ini, Aa Umbara sudah jadi Bupati Bandung Barat. Kalau saya bukan bupati enggak mungkin acc. Tetapi aya cita-cita Pak Kadis, naon? Hayang anak saya jeung adik saya jadi anggota DPR RI dan anggota DPRD Provinsi. Sugan weh atuda ayeuna guru honorer teh ku abdi dibere. Abdi mah teu menta nanaon, menta sora weh. Wajarnya?” ungkapnya.

Pernyataan Bupati Bandung Barat itu kemudian ditanggapi lawan bicaranya dengan tertawa senang dan menjawab wajar. “Wajar,” ujar lawan bicaranya yang diduga lebih dari dua orang sambil tertawa.

“Janji mereunan. Ah teu menta nanaon. Sabaraha ari guru honorer pak kadis (Berapa jumlah guru honorer Pak kadis?” tanya Aa Umbara kepada orang yang disebutnya Kadis yang diduga yakni Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) KBB, Imam Santoso.

“Guru honorer itu 3.972 orang,” ujar orang yang diduga Kepala Dinas itu.

“Lumayan kali sepuluh oge (juga),” timpal Aa Umbara seraya disambut tawa dari lawan bicaranya.

“Keun weh kabupaten mah, yang penting (DPRD) provinsi dan (DPR RI) pusat weh,” kata Aa Umbara lagi.

“Saya misal boga anak boga adik (saya misal punya anak (jadi DPR), punya adik DPRD Provinsi), kepentingan untuk kita juga kan, jangan salah. Kepentingan untuk provinsi ada orang, kalau kepentingan pusat ada orang,” tutur Aa Umbara.

Diujung pembicaraan, lawan bicaranya yang lain meminta agar para guru honorer memilih adik dan anaknya Aa Umbara Sutisna yakni Usep Sukarna dan Rian Firmansyah.

“Tadi pak bupati menyampaikan, titip anu di provinsinya Kang Usep, yang di pusatnya Kang Ryan. Tanggungjawab,” kata seseorang yang diduga Kadisdik KBB. Sontak yang lainnya menjawab siap. “Siap,” ungkap lawan bicara lainnya.

“Mangga bapak ibu, setelah keluar dari sini tenang. Silakan mengajar anak-anaknya kembali dengan tenang,” katanya. Tiba-tiba Aa Umbara menimpalinya dengan pernyataan agar membuat tim sukses. “Dan membuat tim sukses,” kata Aa Umbara.

Saat dikonfirmasi ke Humas Pemkab Bandung Barat, Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkab Bandung Barat, Hari Mustika mengaku baru mengetahui video yang viral dan tersebar tersebut. Namun, dirinya enggan lebih jauh mengomentari terkait isi pembicaraan di video. “Belum ada arahan dari Pak Bupati,” ungkapnya.

Terpisah, Koordinator Forum Guru Honorer Kabupaten Bandung Barat, Mochamad Nurdin mengakui pertemuan tersebut berlangsung pada 16 November 2018 lalu di ruang kerja Bupati Bandung Barat. Diakuinya, Bupati memberikan arahan dan meminta dukungan suara dari guru honorer.

“Sebenernya itu sebatas wacana saja karena tidak ada komitmen antara Bupati dengan kami. Jadi itu hanya sebatas arahan pimpinan kalau misal di lapangan kita ini belum mendapatkan dukungan kenapa tidak mendukung anak atau adik bupati,” ujar Nurdin melalui sambungan telepon.

Operator Dapodik di SDN Margalaksana Kecamatan Cipendeuy ini mengungkapkan tidak terdapat paksaan yang dilakukan Bupati agar guru honorer memilih adik dan anaknya. Selain itu, pihaknya tidak bisa mengarahkan guru honorer sebab terdapat diantaranya merupakan penyelenggara pemilu.

“Sebatas arahan. Kejadiannya, pada saat kami melakukan audiensi pertama ke Bupati. Bupati akan memfasilitasi honorer dengan sejumlah kebijakan yang diberikan pemerintah daerah dari daerah maupun pusat. Kalau enggak salah 16 November di ruang bupati langsung di lantai tiga,” ungkapnya.(ZEN/SDK/BandungKita.id)

Komentar