by

Warga Nilai 100 Hari Kerja Bupati Bandung Barat Gagal, Ini Alasannya

BandungKita.id, NGAMPRAH – Pasangan Bupati Bandung Barat Aa Umbara dan Wakil Bupati Hengky Kurniawan akan genap mimimpin KBB selama 100 hari kerja pada tanggal 28 Desember besok, sejak dilantik pada Kamis 20 September 2018 lalu.

Namun demikian sejumlah warga Bandung Barat merasa pasangan Aa Umbara- Hengky Kurniawan (Akur) belum memenuhi janji kampenye 100 hari kerjanya. Warga menilai pasangan Akur gagal memenuhi janji 100 hari kerja, terutama di bidang penuntasan kemacetan, pelayanan KTP-el, serta bidang keagamaan.

Salah satu warga Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Sandi (23) mengungkapkan selama pasangan Akur menjabat, tidak ada perubahan signifikan dari Bupati sebelumnya. Pelayanan publik dan kemacetan dirasa sama.

“Saya rasa 100 hari kerja masih begini-begini saja. Tidak ada perubahan lebih dari sebelumnya,” ujar Sandi kepada BandungKita.id, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan kemacetan di Bandung Barat seperti Tagog dan Cimareme masih langgeng. Dia menduga belum ada langkah untuk mengatasi kemacetan tersebut, meskipun sudah ada wacana mengenai pembangunan jembatan layang.

“Saya belum melihat bentuk nyata mengatasi kemacetan di daerah itu oleh Bupati yang sekarang. Jadi ya sama aja. Kemacetannya masih sama kaya Bupati sebelumnya,” tandasnya.

Baca juga: Buntut Video Viral, Bupati KBB Aa Umbara Dilaporkan ke Bawaslu

Selain Sandi, penilaian yang sama juga dikatakan Irfan warga Desa Ciptaharja Kecamatan Cipatat. Ia menilai Bupati Bandung Barat Aa Umbara dan Wakil Bupati Hengky Kurniawan belum berhasil merealisasikan janji 100 kerja, terutama terkait persoalan pelayanan KTP-el.

“Pembuatan KTP-el masih sulit menurut saya. Untuk menunggu KTP-el jadi aja butuh waktu yang ga sebentar. Waktu kampanye, Bupati bilang katanya pembuatan e-KTP akan satu hari jadi. Tapi nyatanya tidak seperti itu. Contohnya saja kemarin waktu ada rekaman di disdukcapil, banyak warga yang jauh-jauh dari Cipatat, Rajamandala atau Gununghalu datang abis itu pulang dengan tangan kosong. Pihak Disduk bilang blangkonya habis,” paparnya.

Baca juga: Beredar Video Bupati KBB Aa Umbara Diduga Kampanyekan Salah Satu Calon, Bawaslu : Kami Punya Dua Alat Bukti

Selain persoalan kemacetan dan pelayanan KTP, warga juga menyoroti janji Akur tentang pelayanan keagamaan. Pembangunan Islamic Center yang digembar-gemborkan sebagai janji 100 hari kerja, nyatanya belum bisa terealisasi.

“Katanya Bupati mau bikin lslamic Center. Nyatanya dalam 100 hari kerja ini, belum terlihat ada pembangunan Islamic Center. Jadi sektor keagamaanpun sama saja ga ada perubahan,” ujar Sandi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara mengakui bahwa dirinya tidak berhasil merealisasikan sebagian janji 100 hari kerja. Ia beralasan, dirinya menjalankan pemerintahan transisi, sehingga tak bisa melakukan perubahan yang mendasar.

“Saya dikejar target semua harus tercapai. Sedangkan 100 hari hanya 3 bulan, jadi tidak mungkin semua target diselesaikan. Terus masa pemerintahan saya kan masa transisi, gak mungkin saya melakukan perubahan yang fundamental,” kata Umbara pada BandungKita.id Selasa (18/12/2018).***(BGS/BandungKita)

Comment