oleh

Soal Rencana Pinjaman ke Bank Oleh Pemkab Bandung Barat, Ini Kata Aa Umbara

BandungKita.id, NGAMPRAH – Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna membantah pihaknya akan meminjam dana untuk menambal biaya infrastruktur sebesar Rp200 miliar dari Bank. Namun ia mengakui dana dari APBD masih dirasa kurang untuk merampungkan proyek infrastruktur di tahun 2019.

Seperti diketahui, kabar tentang rencana pinjaman dana sebesar Rp.200 miliar oleh Pemkab Bandung Barat dari salah satu Bank, tersebar dari Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan. Menurut Hengky, untuk merealisasikan proyek infrastruktur pada tahun 2019, KBB butuh dana sebesar Rp500 miliar. Namun, karena APBD hanya bisa menggelontorkan dana sebesar Rp.300 miliar, Pemda KBB akan melakukan pinjaman ke Bank.

“Bukan meminjam ke bank. Cuman ada sistem SMI (PT Sarana Multi Infrastruktur: Lembaga Pembiayaan Infrastruktur Indonesia). Jadi kita tidak minjem duit. Proyek dikerjakan oleh mereka sistem lelangnya juga oleh mereka,” bantahnya saat ditemui usai Launching Operasionalisasi Pelayanan Tera, di UPT Metrologi Legal KBB, Kamis (10/1/2019).

Baca juga: Pemkab Bandung Barat: Hambur di Bidang Infrastruktur, Acuh pada Aspek Mitigasi Bencana

Aa Umbara menjelaskan, alasan Pemkab memakai SMI karena pihaknya memilik janji kepada Warga KBB bahwa dalam satu tahun, semua infrastruktur jalan di Kabupaten Bandung Barat tak ada kerusakan.

“Kita punya janji dalam setahun jalan kabupaten leucir. Bisa saja dibereskan tahun 2020, tapi kita ingin di tahun 2019 sudah beres. Nah dari sana anggaran kita masih kekurangan sekitar Rp75 miliar, sampai Rp100 miliar,” ungkap Aa Umbara.

“Ada yang mengerjakan. Kita memakai sistem SMI aturannya juga sudah jelas. Sesudahnya itu diatur (pembayarannya) satu, dua, sampai empat tahun. Yang penting beres dulu jalannya di tahun ini. Sama sebetulnya dengan anggaran yang akan datang, cuman proyeknya dikerjakan sekarang,” paparnya.

Baca juga: Wujudkan Ambisi Pembangunan Infrastruktur, Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan akan Pinjam Dana Ke Bank

Anggaran yang digelontorkan tersebut, kata Aa Umbara, tidak termasuk biaya proyek pembangunan Flyover yang mangkrak sampai hari ini.

“Rp300 miliar bukan termasuk pembangunan flyover. Flyover itu sebetulnya nanti dirancang oleh provinsi dari cimareme sampai ciburuy. Kita (hanya) membereskan infrastruktur jalan kabupaten yang ada di bandung barat seluruhnya,” katanya.

Dia mengatakan akan mengupayakan proses lelang untuk semua proyek infrastruktur dapat dilaksanakan secepatnya. Aa Umbara menargetkan, proses lelang paling lambat bulan Februari.

“Kita kan harus lumpat. Kalo biasanya April atau Mei. Kita paling telat Februari harus sudah mulai lelang. Idealnya lelang dilakukan Januari sekarang,” katanya

Selain pembangunan jalan, Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat itu mengatakan di tahun yang sama, akan dikerjakan juga beberapa proyek seperti perputakaan, puskesmas dan revitalisasi Situ Ciburuy.

“Pembangunan perpustakaan, situ ciburuy, Puskesmas DTP, dan yg lainnya. Kalo digabung dengan swasta kita juga bangun IKEA, Mall, waterpark terbaik se-asia. Dari investor juga sudah banyak yang masuk,” pungkasnya.***(BGS/BandungKita)

Komentar