Musim Hujan, Nelayan Pantai Karangpapak Berburu Lobster

Garut, JabarKita, Terbaru1150 Views

BandungKita.id, GARUT – Memasuki musim hujan, puluhan nelayan di Pantai Karangpapak Kecamatan Cikelet selatan Garut kini sedang fokus memburu lobster. Selain harganya mulai merangkak naik, udang raksasa itu kini mudah ditangkap.

Namun demikian, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan hasil tangkapan ikan jenis layur. Para nelayan mengaku sejak sepuluh hari terahir ini, ikan jenis layur mendadak menghilang. Padahal, ikan layur menjadi andalan dan target utama para nelayan.

Salah seorang nelayan, Mamat (60) mengatakan sebenarnya harga lobster jenis super ukuran 3 ons keatas sedang turun dari Rp 500 ribu menjadi Rp 350 ribu per kilogramnya. Namun, karena mudah ditangkap keuntungan pun mudah didapat. Apalagi jika tak ada larangan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, keuntungan itu akan berlipatganda.

“Sebelumnya harganya sampai Rp.500 ribu, terus turun ke Rp.300 ribu. Nah sekarang naik lagi ke Rp.350 ribu sakilona,” katanya sambil merapihkan jaring, Sabtu (12/1/2019).

Selain itu, mamat mengatakan para nelayan di selatan Garut mendapat himbauan dari Dinas Peternakan, Perikanan dam Kelautan (Disnakanla) Kab. Garut, bahwa nelayan dilarang untuk menangkap lobster yang kondisinya sedang bertelur.

Atas dasar itu, kata Mamat, para nelayan pun jika menemukan atau menjaring lobster yang sedang bertelur atau ukurannya masih kecil tentunya akan dilepas lagi.

“Saya suka dapat lobster yang sedang bertelur, malahan mah suka dapat banyak tapi suka di lepas lagi. Saya juga mikir, kalau yang bertelur ditangkap yang rugi tetep nelayan juga. Seperti yang kecil juga dilepaskan lagi. Beda kalau dulu, mau yang bertelur, mau yang kecil, suka langsung diangkut,” kata Mamat didampingi nelayan lainnya, Hasan.

Harga lobster bervariasi tergantung jenis, lobster super ukuran 3 ons Rp.300 ribu sampai Rp.350 ribu per kilogram. Lobster kelas 2 Rp.100 ribu sampai Rp.150 ribu, dan lobster kelas 3 dibawah Rp.100 ribu.

Penghasilan nelayan pun tak menentu, terkadang dalam satu kali pemberangkatan dari pukul 16.00 WIB sore hingga pukul 07.00 WIB pagi dapat penghasilan diatas Rp 1 juta.

“Malahan sekarang harganya sedang bagus bisa nyampe ka 2 juta per harinya. Tapi kalau sedang buruk mah tidak ada buat ganti solar – solar acan,” ucapnya.***(Rul/BandungKita)

Comment