by

BPJS Belum Bayarkan Klaim RSUD Garut Sebesar Rp 40 Miliar, Begini Dampaknya

BandungKita.id, GARUT – RSU dr Slamet, Kabupaten Garut, Jawa Barat saat ini tengah kalang kabut terkait pembayaran BPJS Kesehatan yang tertahan sejak bulan Agustus 2018 lalu. Klaim yang harus dibayarkan oleh BPJS mencapai Rp 40 miliar.

Direktur RSU dr. Slamet Garut, dr. Maskut Farid, mengatakan klaim BPJS Kesehatan yang belum dibayar tak mengganggu pelayanan kepada pasien. Hanya saja honorarium atau tunjangan medis belum terbayarkan.

“Sebagian jasa dari rekanan baik itu untuk penyediaan obat-obatan atau pembangunan fisik juga belum bisa dibayarkan. Tapi tidak berdampak terhadap ketersediaan obat,” kata Maskut di Kantor Pemkab Garut, Rabu (30/1/2019).

Untuk mengantisipasi mandegnya pembayaran klaim BPJS, sejak Oktober 2018, pihaknya telah melakukan skala prioritas untuk pembayaran yang menjadi tanggungan RSUD.

“Sampai terakhir itu pembayaran (dari BPJS) tidak seperti yang diharapkan, artinya masih seperti biasa tidak membayarkan sisa-sisa yang lalu,” ucapnya.

Skala prioritas yang dilakukan di antaranya mendahulukan pembayaran untuk perusahaan kecil dan lokal. Sementara untuk perusahaan farmasi dan skala besar ditunda terlebih dahulu.

“Kami terus ajukan untuk pencairan. Rekanan pasti dibayarkan (jika klaim RSUD dibayar BPJS),” ujarnya.

Selama lima bulan, RSUD menunggu pencairan klaim yang sudah mencapai Rp 40 miliar. Untuk operasional kebutuhan RSUD, pihaknya sudah membuat kontrak dengan Bank Syariah Mandiri untuk menanggulangi kebutuhan dana talang.

Maskut menilai untuk meminta pencairan BPJS saat ini dinilai sulit. Ia pun akan menunggu waktu pencairan.

“Mungkin awal-awal agak susah ya (pencairan) BPJS. Mudah-mudahan Maret bisa lancar lagi,” katanya. (RUL/Bandungkita.id)

Comment