oleh

Thiflah Raudotul Jannah, Perempuan Muda Penghafal Alquran dan Sanad

BandungKita.id, GARUT – Thiflah Raudotul Jannah (21) salah satu penghafal Alquran perempuan (Hafizhah) yang sudah menguasai sanad. Sanad adalah bacaan Alquran yang diturunkan sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW dan dilakukan secara turun temurun.

Tak mudah untuk jadi penghafal Alquran, apalagi menguasai sanad. Tapi tekad kuat Thiflah, mendorong dirinya untuk bisa jadi salah satu penghafal Quran dengan sanadnya. Anak ketiga dari 10 bersaudara ini telah mendapat sertifikat Jamiyyah Tahfidz Quran setelah belajar selama satu tahun di Pesantren Tahfid Quran Al Azhar, Situbondo, Jawa Timur pada Oktober 2018.

Dengan sertifikat itu, Thiflah bisa menurunkan ilmunya kepada orang lain. Namun ada persyaratan khusus jika ingin menjadi murid Thiflah. Salah satunya hafal minimal 20 juz Alquran. Muridnya pun dibatasi hanya enam orang. Ia pun menargetkan selama enam bulan, muridnya sudah bisa mahir menguasai sanad.

Keluarga Thiflah tak ada yang menyangka jika dirinya bisa menjadi penghafal Alquran. Bahkan bisa sampai menguasai sanad. Apalagi Thiflah baru mendalami tahfidz saat masuk ke madrasah aliyah di Cileungsi, Bogor.

“Keinginan sendiri mau tahfidz Quran. Keluar aliyah baru hafal 15 juz. Lalu mondok di Ponpes Miftahul Khoir di Rancaekek untuk selesaikan hafalan,” kata Thiflah saat ditemui di rumahnya, Kampung Lawang Biru, Desa Situjaya, Kecamatan Karangpawitan, Kamis (16/5/2019).

Baca juga:

Kisah Erwin, Bocah Kelas 2 SD yang Terpaksa Berjualan Baso Tahu

 

Semasa anak-anak, Thiflah bahkan lebih menyenangi bermain bola bersama anak laki-laki. Orang tuanya lalu menyekolahkan Thiflah ke SMP IT agar mengurangi hobinya bermain bola.

Namun anak dari pasangan Iis Farida (46) dan Aceng Abi Ahmad Salabi (57) itu malah semakin menggandrungi sepak bola. Tak ada yang mengira, selepas SMP Thiflah malah ingin melanjutkan pendidikan untuk mendalami Alquran.

“Dulu asalnya mau dimasukin SMK saja. Soalnya suka main bola. Tapi anaknya malah milih mau tahfidz setelah keluar SMP. Banyak yang aneh sekarang bisa hafal Quran sampai tahu sanad,” ucap Iis, ibu Thiflah.

Iis menambahkan, semasa SD dan SMP anaknya tak terlalu mendalami Alquran. Thiflah hanya belajar mengaji biasa. Keinginan Thiflah untuk belajar Alquran pun sangat didukung keluarga.

Baca juga:

Persoalan Sampah Tak Kunjung Selesai, KAMMI Nilai Pemkab Garut Lamban

 

Dari buku sanad Quran riwayat Imam Hasf Qiroah Imam Ashim dari Syekh Abdul Aziz Baidhawi Al Bajuri Al Azhari, Thiflah jadi orang ke 32 yang menguasai sanad secara turun temurun. Gurunya yakni seorang ustad lulusan Mesir, yakni Ustad Nur Hidayat, LC.

Thiflah sekarang memiliki keinginan untuk menurunkan ilmunya. Namun ia masih belum siap karena lokasi untuk belajar masih dalam tahap pembangunan. “Kemarin sudah ada dua orang yang nanya-nanya ingin belajar. Tapi nunggu tempatnya beres dibangun,” ucap Thiflah.

Butuh perjuangan untuk bisa diterima sebagai murid tahfidz Quran. Awalnya Thiflah mendaftar ke Ponpes di Cimahi. Namun ia tak berhasil lolos karena bersaing dengan ratusan pendaftar. Lantas ia kembali mencoba ke Situbondo dan akhirya diterima. Penggemar klub Real Madrid itu sampai kini tak menghilangkan hobinya soal bola. Ia masih sering menonton bola.

Untuk mengisi waktu luang, Thiflah juga mengajar mengaji kepada anak-anak di kampungnya. Ia bertekad, untuk bisa menurunkan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain. Untuk menjaga kesucian Alquran yang sudah turun temurun diberikan. ***(M Nur el Badhi)

Komentar