by

Kisah Dewa Satria, Barista 19 Tahun yang Bermimpi Jadi Raja Kopi di Usia Muda dan Punya Kedai Kopi Sendiri

BandungKita.id, BANDUNG – Menekuni sebuah bidang usaha di usia muda nampaknya memang sulit dilakukan. Terlebih di kota besar seperti Bandung generasi muda seringkali memilih gaya hidup mewah dan konsumtif dari pada belajar berwirausaha.

Namun hal itu tampaknya tidak berlaku bagi Raden Muhammad Dewa Satria Mukti Wiwaha, seorang pelajar yang baru saja lulus SMA. Kini ia tekun menggeluti dunia kopi.

Saat ditemui di kedai kopi tempat ia bekerja di Jalan Ciung Wanara Nomor 10, sambutan hangat menyapa kedatangan BandungKita.id. Sambil menikmati satu gelas es kopi susu, pemuda yang biasa disapa Satria itu bercerita perjalanannya sebelum akhirnya ia terjun menjadi seorang barista.

Barista muda, Raden Muhammad Dewa Satria Mukti Wiwaha (19) atau biasa disapa Dewa Satria bermimpi menjadi raja kopi di usia muda dan memiliki kedai kopi sendiri (foto: dok. pribadi)

 

Sejak kelas 1 SMA atau 2016 silam, Satria mengaku sudah terbiasa sharing dengan berbagai pegiat kopi di Kota Bandung. Bahkan tak jarang ia menyengaja berkeliling dari satu coffee shop ke coffee shop lainnya.

Saat itu, Satria merasa penasaran dan tidak puas karena dirinya baru sebatas bisa menikmati segelas kopi tanpa mengetahui bagaimana proses pengolahannya.

BACA JUGA :

Ini Pesan Ridwan Kamil dan Atta Halilintar Bagi Milenial di Acara Young Entrepeneur Festival 2019 Bandung

 

Baru pada akhir kelas 3 SMA atau sekitar Mei 2019, Satria akhirnya bisa bekerja di kedai kopi profesional bernama Kopi Rustic, yang berada di Jalan Cikapundung dan Jalan Ciungwanara.

“Motivasi saya lebih kepada bagaimana caranya hadirnya coffee shop, hadirnya barista bisa memberi kesejahteraan yang sama juga bagi para petani kopi, karena itu yang hari ini jadi persoalan,” kata Satria kepada BandungKita, Jumat (21/6/2019) malam.

Barista muda, Dewa Satria (19) bermimpi menjadi raja kopi di usia muda dan memiliki kedai kopi sendiri (foto: dok. pribadi)

 

Rindangnya suasana di lokasi kafe dan susanannya yang nyaman membuat siapa pun yang datang ke Kopi Rustic tidak akan merasakan panasnya hawa Kota Kembang. Pengunjung dijamin betah berlama-lama di tempat keren tersebut.

Bagi Satria, berbicara kopi tidak melulu berbicara uang. Bagi seorang barista seperti dirinya, satu gelas kopi yang dinilai enak dan bisa dinikmati pelanggan menjadi satu kepuasan batin tersendiri.

Menurutnya, industri kopi akan bernafas panjang karena kopi merupakan khas Indonesia khususnya Jawa Barat. Dibanding dengan jenis usaha kuliner lainnya, kopi dinilai punya jaminan akan terus ada lebih dari 5 sampai 6 tahun ke depan.

BACA JUGA :

Hadiri Bandung Young Entrepreneur Summit 2019, Ini Pesan Sandiaga Uno untuk Milenial

 

Meski begitu, Satria memandang bahwa hari ini kopi terbaik di Indonesia masih dikirim ke luar negeri lantaran dinilai belum mumpuninya sumber daya manusia pengolah kopi di Indonesia.

Di kedai sederhana namun memiliki suasana sangat nyaman ditambah pula dengan pepohonan yang rindang, Satria bermimpi agar dirinya bisa terus menyajikan kopi terbaik di Indonesia untuk masyarakat Indonesia itu sendiri. Ia bercita-cita menjadi raja kopi di usia muda dan memiliki kedai kopi sendiri.

“Kebetulan kemarin 6 malam lebaran juga sempat ngobrol dengan kawan saya sejak SMP bahwa dalam 2 sampai 3 tahun ke depan target saya bisa punya kedai kopi sendiri,” ujar remaja berkulit putih itu.

Barista muda, Dewa Satria (19) bermimpi menjadi raja kopi di usia muda dan memiliki kedai kopi sendiri (foto: dok. pribadi)

Menyerah pada keadaan, bukan pilihan bijak bagi pemuda gigih seperti Satria. Dia bermimpi ingin bisa mandiri sejak usia muda juga menjadi salah satu motivasinya menggeluti dunia wirausaha kopi.

“Iya meskipun seadanya tapi alhamdulillah saya sudah bisa nabung sekarang dan sebentar lagi mau kuliah di Teknik Informatika Unikom,” kata remaja lulusan SMA Pasundan 1 tersebut.

Pria kelahiran 5 Oktober 2000, tersebut berpesan agar generasi muda agar mulai belajar fokus pada suatu bidang sehingga pada suatu keadaan bisa bermanfaat bagi banyak orang.

“Pesan saya untuk anak-anak muda mulailah fokus pada satu hal, jangan terlalu segala dikerjakan. Lebih fokus saja pada satu titik sehingga kita nanti akan menjadi menguasai betul tentang sesuatu itu, salah satunya kopi,” ujar Satria sambil tersenyum. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment