oleh

Ini Pesan Ridwan Kamil dan Atta Halilintar Bagi Milenial di Acara Young Entrepeneur Festival 2019 Bandung

BandungKita.id, BANDUNG – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menggelar seminar dan talkshow betajuk Young Entrepreneur Festival 2019 di Gedung Youth Center, Sport Jabar, Arcamanik Kota Bandung, Sabtu (27/4/2019).

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Youtuber Indonesia, Atta Halilintar turut meramaikan helatan acara dan memberikan pesan bagi kaum milenial.

“Milenial harus kompetitif. Bahasa Inggris harus udah cas cis cus. Skill digital sudah menjadi kebutuhan bukan pilihan,” ujar pria yang kerap di sapa Emil.

Menurutnya, kaum milenial adalah bekal Indonesia lebih maju. Emil yakin tahun 2045 hal tesebut bisa tercapai dengan syarat, ekonomi Indonesia tidak turun.

“Syarat lainnya, demokrasi di pemilunya tidak boleh saling bertengkar. Saling hargai pilihan dan tidak saling menjelekkan. Sebab kalo bertengkar, kita hilang waktu unuk berkarya,” lanjutnya.

Emil mengatakan, salah satu jalan menjadi entrepreneur muda adalah memanfaatkan dunia digital. Pemanfaatan digital kata Emil, bisa untuk pemasaran atau unjuk skill pada konten youtube dan media sosial lain.

BACA JUGA :

Milenial Perlu Turun Tangan Atasi Sektor Pertanian Jabar

 

Hadiri Bandung Young Entrepreneur Summit 2019, Ini Pesan Sandiaga Uno untuk Milenial

 

“Seperti Atta. Konten boleh serius, tapi bahasanya humoris. Itu hasil survey bahwa orang Indonesia tidak suka bahasa serius,” kata Emil.

Sementara itu, Youtuber Indonesia, Atta Halilintar memaparkan tentang dirinya yang memanfaatkan akun youtube untuk mendulang rezeki. Menurutnya, Youtube adalah salah satu media yang susah untuk dihak.

“Peluang usaha di Youtube dan google adalah rak internet nomer satu di dunia. Platform teraman didunia. Media sosial lain mungkin dengan mudah dibobol hacker. Jadi jika ingin memanfaatkan digital aku saranin pake itu,” jelas Atta.

Dari digital, tuturnya, akan ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Sebab, dunia digital mengakses ke masyarakat yang tidak terbatas.

“Di sana ada peluang anak muda terbesar. Kita bisa dagang, ngajar, explore kemampuan kita dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk lebih banyak mendapat peluang usaha adalah berhenti mengeluh dan melatih kepekaan terhadap kondisi sekitar.

“Anak-anak muda jaman sekarang banyak mengeluh. Peluang itu bisa hadir dari keluhan-keluhan kita sendiri sebenarnya,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, ada beasiswa pendidikan dan voucher menarik dibagikan kepada peserta yang hadir. Dari pantauan, jumlah peserta yang hadir capai 3000 lebih peseta.***(Bagus Fallensky/BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Komentar