oleh

Hadiri Bandung Young Entrepreneur Summit 2019, Ini Pesan Sandiaga Uno untuk Milenial

BandungKita.id, BANDUNG – Sebanyak 7000 peserta ikuti Bandung Young Entrepreneur Summit (YES) 2019 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Taman Sari, Kota Bandung, Minggu (10/3/2019). Kegiatan road show yang digelar KAHMIPreneur tersebut digelar di 6 kota besar, yakni Surabaya, Bandung, Sragen, Makassar, Yogyakarta, Medan, dan Jakarta.

“Peserta yang datang mayoritas memang berasal dari Bandung. Tapi, ada juga dari Sumedang, Tasikmalaya, Garut, dan Karawang. Hal ini secara tidak langsung menyiratkan sebuah spirit untuk perubahan terhadap diri sendiri dan masa depan,” jelas Founder KAHMIPreneur, Kamrussamad dalam sambutannya.

Menurutnya kaum milenial perlu wadah untuk berbagi ilmu dengan para pengusaha muda sukses dari berbagai sektor bisnis. Kegiatan ini kata Kamrussamad, sebagai sarana akses teknologi, pembiayaan, dan pemasaran.

“Kami ingin virus semangat entrepreneur dapat meluas secara merata, sekaligus membuka peluang terhadap penciptaan entrepreneur muda yang Iebih banyak sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” sebutnya.

Forum ini juga menghadirkan pembicara dari berbagai kalangan seperti Sandiaga Uno tokoh entrepreneur nasinoal, Ria Ricis sebagai content creator yang berhasil raih 10 juta subscriber di akun Youtubenya, Ruben Onsu sebagai artis sekaligus pengusaha kuliner dan beberapa pengusaha muda lainnya.

Sandiaga menyayangkan saat ini sebanyak 61 persen generasi milenial menjadi pengangguran. Kondisi tersebut mencerminkan pemerintah tidak memanfaatkan generasi muda untuk membangun negeri.

“Indonesia itu butuh energi cinta baru milenial dengan ide dan inovasi kita akan menembus batas masa depan,” ucap Sandiaga disambut tepuk tangan ribuan peserta.

Kendati demikian, Sandiaga menilai potensi perekonomian di Jawa Barat sangat luar biasa. Banyaknya pelaku usaha kecil yang mampu tumbuh dan berkembang di Jawa Barat bisa membangun perekonomian di Indonesia.

“Milenial sebagai bonus demografi harus dijaga dari narkoba dan depresi,” katanya.

Ia juga berpesan generasi muda menumbuhkan rasa inovasi dan kreativitas. “Karena itu, sudah saatnya kaum millennial unjuk gigi mengerahkan daya kreatifitas guna membangun negeri,” pungkasnya.

Pemilik usaha kuliner Ayam Geprek Bensu, Ruben Onsu juga mengisahkan perjuangannya membangun bisnis. Kesuksesannya kata Ruben, bukan faktor keartisannya melainkan strategi bisnis yang ia tekuni.

Dengan hanya bermodalkan Rp. 7 juta, Ruben berhasil membuka bisnis kulinernya di berbagai kota di Indonesia. Bahkan dirinya berencana membuka Ayam Geprek Bensu di luar negeri.

“Saya ingin orang luar negeri tahu bahwa Indonesia punya makanan enak. Tidak hanya produk luar yang bisa dijual di sini. Tapi, produk kita juga harus bisa dijual di luar negeri. Rencananya dalam waktu dekat saya mau buka outlet di Taiwan dan Amsterdam,” tegas Ruben. (Dian Aisyah/Bandungkita.id)

Komentar