by

Waduh! Stand Booth Untuk IKM di Acara Colour Run HUT KBB Dipungut Biaya Hingga Jutaan Rupiah

BandungKita.id, NGAMPRAH – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menggelar acara Colour Run di kawasan Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (23/6/2019).

Acara tersebut merupakan rangkaian dari Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat ke-12 yang bertajuk ‘Bandung Barat Creative Festival’ sejak Sabtu (22/6/2019) kemarin.

Selain Colour Run kegiatan tersebut juga diisi dengan konser musik, doorprize dan pameran produk industri kecil, menengah (IKM) Bandung Barat.

Baca juga:

Ikuti Colour Run Bersama Ribuan Warga KBB, Gubernur Ridwan Kamil Puji Wabup Hengky Kurniawan

 

Namun sayang, acara yang jadi penanda lahirnya Kabupaten Bandung Barat itu dinilai tidak mendukung para pengusaha kecil. Pasalnya, sejumlah pelaku IKM KBB harus merogoh kocek terlebih dahulu, untuk bisa memamerkan produknya.

Heni (bukan nama asli) salah satu pelaku IKM asal Kecamatan Padalarang mengatakan dirinya harus membayar Rp.600 ribu dan Rp.1 juta sebagai syarat utama mendapatkan stand booth.

“Awalnya saya ikut bazar produk IKM saat melihat akun Instagram Hengky Kurniawan. Di sana disebutkan gratis, asal lebih dulu daftar menggunakan e-mail,” jelas Heni kepada Bandungkita.

 

Bukti transfer pembayaran tenda. (dok. BandungKita.id)

 

Berdasarkan informasi dari panitia, Heni mendapat penjelasan bahwa uang tersebut wajib dibayar untuk membayar sponsorship dan produk sponsor.

“Setelah saya daftar, saya menerima undangan untuk technical meeting. Saya mengira, setiap IKM yang telah mengikuti technical meeting sudah pasti bisa ikutan bazar, ternyata kami harus membayar sponsorship Rp.1 juta dan tukar produk Mayora seharga Rp.600 ribu,” jelasnya.

Baca juga:

HUT KBB ke-12, Privilege Torabika dan Petani Kopi Asli KBB yang Dianaktirikan

 

Heni sempat menanyakan kepada panitia tentang stand booth gratis, namun ia menerima jawaban bahwa stand gratis harus melalui tahap seleksi.

“Kalau stand gratis bagi IKM hanya sedikit dan harus ada seleksi. Panitia juga mengakatan kalau IKM bayar, mereka sudah pasti dapat stand booth,” ungkapnya.

Untuk menutupi dan meringankan harga uang sewa stand booth, Heni mengajak dua pelaku IKM lain untuk memajang produk di standnya. IKM tersebut berasal dari Lembang dan Ngamprah. Maka satu stand digunakan untuk tiga IKM.

Tak hanya itu, produk Mayora seharga Rp.600 ribu yang dijanjikan panitia, tak pernah diberikan. Heni mengaku ia hanya mendapat satu dus air mineral dari penyelenggara acara.

“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terjadi, kami kan IKM binaan Pemkab Bandung Barat. Apalagi, ini pesta hari jadi. Saya minta tertib administrasi nya. Uang itu untuk apa?,” tutup Heni.

Baca juga:

Lagi, Konser Musik HUT KBB Diwarnai Pesta Miras

 

Sementara itu, salah satu panitia acara Colour Run yang ditunjuk Wakil Bupati KBB Hengky Kurniawan, adalah bernama Riska. Saat dikonfirmasi, Riska membenarkan bahwa ada pungutan untuk stand IKM namun ia belum bisa memastikan besarannya.

“Betul ada pungutan namun saya belum tahun datanya. Maaf ya pak saya sedang sibuk,” ucapnya singkat, sambil memutus saluran telepon Bandungkita.id.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan. Yang bersangkutan tidak merespon telepon BandungKita.id. Pesan instan yang dikirim melalui aplikasi Whatsapp pun tidak dibalas.***(Restu Sauqi)

Comment