oleh

Pemprov Jabar Bantah Bandara Kertajati Sebabkan Penurunan Wisatawan di Bandung

BandungKita.id, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menampik pemindahan sejumlah rute peberbangan di Bandara Husein Sastranegara ke BIJB Kertajati berpengaruh terhadap penurunan wisatawan khususnya mancanegara di Kota Bandung.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jabar Hery Antasari menegaskan bahwa klaim tersebut harus berdasarkan kajian teknokratis dan akademis.

Dishub Jabar, kata Hery, sangat terbuka untuk menerima hasil kajian jika terbukti menyebutkan adanya pengaruh Bandara Kertajati terhadap penurunan wisatawan dan PAD Kota Bandung. Hal itu penting untuk menentukan kebijakan dalam mengembangkan Kertajati ke depan.

“Kita semua pemerintah dan warga Jabar harus memperjuangkan Kertajati sebagai bandara utama. Tapi jika begini, ini sudah ada pelemahan karakter dan opini tentang Bandara Kertajati. Kalaupun ada (pengaruh), seberapa jauh? Saya kira bukan faktor utama. Tolong kaji lagi,” tegas Hery, di Bandung, Kamis (31/10/2019).

 

BACA JUGA:

“Kang Ujang” dan Mini Lab Jadi Layanan Andalan Pasar Tradisional di Kota Bandung

 

Sebelumnya, akibat pemindahan itu Pemkot Bandung menyebut terdapat penurunan 150 ribu wisatawan sepanjang 2019 (hingga pertengahan Oktober). Akibatnya terjadi penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung yang 33 persennya disokong sektor pariwisata khususnya oleh wisatawan Malaysia dan Singapura.

Hery mengaku data yang ia terima menyebutkan bahwa angka 150 ribu tersebut (tepatnya 155 ribu orang) merupakan jumlah keseluruhan kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Bandung dalam satu tahun.

“Dan 155 ribu ini, kalau dilihat month to month Juli-Agustus pada rentang yang sama di 2018 dan 2019, justru ada peningkatan. (Juli-Agustus) itu di bulan-bulan ada penerapan penataan rute,” kata Hery.

“Sementara penerbangan internasional ‘kan tidak dipindahkan dari Husein. Jadi harus pakai data, kaji lagi. Kalau ada data, itu malah menjadi masukan bagi kami,” tambahnya. (Tito Rohmatulloh/BandungKita)

Editor: Dian Aisyah

Komentar