by

Ini yang Dilakukan Gelandang Persib Omid Nazari Ketika Liga 1 Dihentikan

BandungKita.id, PERSIB – Gelandang Persib Omid Nazari mengambil sisi positif akibat dihentikannya kompetisi Liga 1 karena merebaknya wabah virus corona. Ia mengaku memanfaatkan momen harus berada di rumah untuk lebih dekat dengan keluarganya.

Selama berhentinya kompetisi Liga 1 2020, pemain bernomor punggung 91 ini memilih pulang ke Swedia. Nazari akan tinggal bersama keluarga hingga ada kabar baik setelah wabah corona berakhir.

“Saya memilih untuk kembali ke Swedia bersama keluargaku. Saya hanya mencoba untuk tetap positif, dan saya senang bisa menghabiskan waktu bersama keluarga saya dan tidak sendirian di tengah wabah ini,” kata Nazari seperti dikutip dari situs resmi klub, Minggu (5/4/2020).

Menurutnya, situasi saat ini memang menyulitkan banyak pihak. Semua orang hanya bisa mengikuti anjuran dari pihak berwenang untuk kebaikan bersama, sambil menunggu situasi kembali normal.

“Ikuti saja petunjuk yang diberikan, seperti yang pertama, mencuci tangan anda dan tinggal di rumah sebanyak yang anda bisa,” ucapnya.

BACA JUGA :

Liga 1 Berhenti Sementara, Ini yang Dilakukan Febri Hariyadi di Tengah Pandemi Corona

Pemain Persib Jalani Tes Proaktif COVID-19 Usai Lawan PSS Sleman

Nazari menyebut sebenarnya dirinya sudah rindu kembali ke lapangan hijau. Ia sudah tak sabar ingin kembali berkompetisi dan berkumpul dengan para pemain lainnya.

Selain memanfaatkan kesempatan vakumnya kompetisi dengan berkumpul bersama keluarga, Omid Nazari juga mengaku tetap menjaga kondisi fisiknya dengan berlatih secara mandiri. Hal itu tetap dilakukan bila sewaktu-waktu kompetisi kembali berjalan.

“Aku benar-benar merindukan sepak bola. Tetapi sekarang bukan hanya aku, tapi semua orang tidak bisa melakukan apa-apa yang biasa dilakukan,” kata Nazari.

Salah satu pembelian terbaik Maung Bandung itu mengatakan di tengah situasi saat ini, ia hanya dapat berdoa dan berharap agar pandemi Covid-19 ini dapat segera berakhir dan kehidupan dapat kembali berjalan normal. Dengan demikian, kompetisi kembali dapat bergulir. (*)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment