by

Pecinta Alam Kabupaten Bandung Gelar Kemah Sumpah Pemuda di Ciwidey, Begini Pesan Acil Bimbo dan Dadang M Naser

BandungKita.id, CIWIDEY – Menyambut peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2020, Komunitas Pecinta Alam Kabupaten Bandung menggelar kemah di kawasan Pusat Pendidikan Konservasi Alam FK3I Jabar Blok TWA Cimanggu (Gerbang Lama Ranca Upas) Kecamatan Ciwidey.

Kemah yang diadakan sejak Rabu-Kamis (28-29/10/2020) ini mengusung tema ‘Menanamkan Spirit Ke bangsaan Kebudayaan Pelestarian Alam & Kemanusiaan’. Adapun kegiatannya yaitu tentu saja kemah bareng, diskusi kepemudaan, juga pertunjukan puisi dan musik.

Tak hanya anggota Pecinta Alam Kabupaten Bandung, kemah ini juga diikuti oleh banyak tokoh dan pegiat lingkungan. Salah satunya yaitu Raden Darmawan Dajat Hardjakusumah atau akrab disapa “Kang Acil”, sebagai Budayawan beliau mengajak Komunitas Pecinta Alam Kabupaten Bandung untuk ikut andil dalam memajukan pariwisata di daerahnya.

“Perkembangan pariwisata semakin pesat, dan sekarang juga menyasar Kabupaten Bandung karena alamnya yang indah. Seperti kata MA Bowler “Tanah Pasundan Lahir Ketika Tuhan Sedang Tersenyum” itu benar sekali, maka mari kita fokus memajukan bidang pariwisata. Selain itu menurut sejarah, Bandung adalah ibu kota asia afrika,” tuturnya di atas panggung.

BACA JUGA :

Kajari Garut Beri Bantuan Ayah Pencuri HP Demi Anak Belajar Online, Begini Tanggapan Acil Bimbo

Aksi Gotong Royong dan Kepedulian Warga Tamansari Bandung di Tengah Pandemi Dipuji Budayawan Acil Bimbo

Bukan Pesanan Ridwan Kamil, Ini Penjelasan Acil Bimbo Soal Lagu Corona yang Disebut Dirilis 30 Tahun Lalu

Lanjut ia menjelaskan dengan mengutip Soekarno, sebelum bersama-sama membangun pariwisata, Kang Acil menghimbau para pemuda untuk menegaskan kembali karakternya sebagai agen perubahan yang berani berkorban. Khusus untuk Pecinta Alam Kabupaten Bandung, konsep itu bisa dilakukan dengan terus bersilaturahmi dan menyempurnakan bentuk organisasi.

“Dulu waktu saya muda sering mendengar pidato Soekarno tentang karakter building dan kepribadian nasional, nah inilah yang paling diperlukan saat ini untuk para pemuda. Karena kita tidak akan pernah maju jika karakternya lemah dan asal-asalan. Ayo kita silaturahmi membangun gagasan dan akan lahir konsep yang bagus yaitu Indonesia dan Jabar harus maju” tegas Kang Acil.

“Untuk saudara-saudara Pecinta Alam Kabupaten Bandung ayo sempurnakan konsep kamu, sempurnakan organisasi kamu. Anda semua harus mau capek untuk sukses! Mari kita capek, karena tidak ada kesuksesan tanpa rasa capek, jika ingin maju harus mau capek. Mari kita niatkan untuk sungguh-sungguh dan jujur dalam berbuat yang terbaik bagi bangsa ini” tandas personil Grup Musik Legendaris “Bimbo” itu sambil melanjutkan penampilannya dengan menyanyikan “Padamu Negeri” bersama-sama.

Courtsey : Hendi Supriadi

Sebelumnya, acara kemah telah dibuka dan diresmikan secara langsung oleh Bupati Bandung, Dadang M Naser. Ia mengajak Pecinta Alam Kabupaten Bandung untuk terus melakukan aktivitas edukasi terhadap masyarakat tentang kepedulian lingkungan dan cinta alam. Pasalnya, menurutnya tugas yang paling berat adalah pembangunan bidang lingkungan dan ia berjanji akan meneruskan baktinya, meski tidak lagi menjadi Bupati.

“Dalam 10 Tahun terakhir sebagai Bupati Bandung, progres yang paling berat adalah pembangunan di bidang lingkungan. Bagi saya semuanya masih belum selesai. Bahkan dalam 5 tahun terakhir, air bah masih ada di berbagai titik juga longsor dan banjir yang sebentar lagi harus kita waspadai bersama,” paparnya.

“Mari kita bersama-sama lakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak ada korban bencana alam di sekitar kita. Sebagaimana kita pahami geografis dan kontur tanah lahan kita satu garis dengan patahan Lembang, Tasik, sampai Ciwidey ini rentan bencana alam. Saya berjanji akan bergabung dengan Pecinta Alam Kabupaten Bandung untuk turut serta memperbaiki lingkungan setelah tidak lagi menjadi Bupati” imbuhnya kemudian.

Ketika memberikan sambutan, Dadang M Naser pun sedikit menyinggung tagline kemah pada peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut yaitu “Janji Bakti Bela Lemah Cai, Ngariksa Alam Lestari”. Menurutnya kata-kata tersebut sangat ideal dan patut direnungkan bersama. Sebab, kata dia lingkungan alam di Kabupaten Bandung kini banyak yang telah rusak.

“Slogan itu sesuai dengan realitas saat ini, sumber air banyak yang rusak, limbah pabrik masih dibuang ke sungai sedangkan di negara-negara maju pantang ada air kotor yang masuk ke sungai karena harus diolah dulu. Maka mari kita renungkan Sumpah Pemuda yang dilakukan para pendahulu kita, nah bagi kalian para pecinta alam yang berjumlah ratusan mampukah anda membereskan pembangunan di lingkungan hidup? ini harus kita jawab secara real di lapangan,” tegas Dadang M Naser.

Selain mengajak Pecinta Alam Kabupaten Bandung untuk membereskan lingkungan, Dadang M Naser juga menghimbau agar mereka bersiap memilih calon pemimpin berikutnya di Pilkada pada 9 Desember mendatang. Bahkan ia juga meminta bantuan kepada para pemuda untuk ikut serta dalam menyosialisasikan ajang politik praktis 5 tahun sekali tersebut.

BACA JUGA :

Jelang Dadang Naser Lengser, Pemkab Bandung Ingin RSUD Soreang Jadi Kelas B

Makna Nomor Urut 1, Ikan Hiu dan Diamnya Usman Sayogi

Teh Nia Kunjungi Warga Penderita Kanker, Begini Tanggapan Komunitas Munding Dongkol

“Para pemuda-pemudi di Kabupaten Bandung jagalah persatuan dan kesatuan, beda pandangan dan paham membuat kita harus bersama, sebagaimana tagline negara “Bhinneka Tunggal Ika” itulah kehebatan bangsa Indonesia, meski beda partai dan pilihan. Nah Sebentar lagi Kabupaten Bandung akan menghadapi politik praktis yaitu Pemilihan Bupati, jabatan saya sebagai Bupati akan segera berakhir awal tahun 2021,” ujarnya.

“Tanggal 9 Desember hari rabu jangan lupa nyoblos!. Beri tahu masyarakat, karena sosialisasi di masa pandemi ini sangat berat, ada 3 kandidat dan silahkan dipilih salah satu untuk pemimpin Kabupaten Bandung di masa depan. Semoga bisa melanjutkan pembangunan yang telah saya lakukan bersama Gun Gun Gunawan,” ucapnya dengan bangga.

Sambutan ditutup oleh penjelasan Dadang M Naser tentang nama dan slogan dari tiga pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung di Pilkada pada 9 Desember mendatang. Ada yang kocak ketika Dadang M Naser menyebutkan nama Calon Bupati nomor urut 1 yaitu istrinya, Kurnia Agustina Naser. Alih-alih menyebut “Mantan Pacar” ia malah menyebut Nia sebagai “Mantan Istrinya” sontak seluruh hadirin tertawa dibuatnya.

“Eh maaf salah punten saya kacaletot (salah ngomong) maksudnya mantan pacar bukan mantan istri,” ucap Dadang M Naser sambil tak kuat menahan senyum. (Azmy Yanuar Muttaqien/BandungKita.id)

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment