by

Seorang Pemilik Restoran di Lembang Meninggal Akibat Covid-19, Tempat Usahanya Ditutup Sementara

BandungKita.id, LEMBANG – Seorang warga Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB) berinisial H (58) meninggal dunia dengan status positif Covid-19 di Rumah Sakit Borromeus Kota Bandung, Rabu (28/10/2020).

Pria asal Desa Lembang, Kecamatan Lembang KBB itu memiliki restoran di depan Pasar Panorama, Lembang. Jenazah yang bersangkutan dimakamkan dengan protokol Covid-19.

“Iya ada satu warga Lembang meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan KBB, Hernawan Widjajanto seperti dikutip BandungKita.id dari Radar Bandung, Kamis (29/10).

BACA JUGA :

Viral! Aliansi Dokter Dunia: Pandemi Covid-19 Tidak Pernah Ada dan Hanya Flu Biasa, Berikut Faktanya

Simak! Tips Simpel Cegah Covid-19 Selama Traveling di Masa New Normal

5 Tips Mudah Menjelaskan COVID-19 dan Penyakit Pandemi pada Anak

Setelah yang bersangkutan dipastikan positif Covid-19, pihaknya langsung melakukan tracing terhadap kontak erat pasien tersebut kemudian dijadwalkan melakukan swab test.

“Kita juga masih mendata kontak erat, tapi ada sebagian yang sudah diswab test. Kontak erat harus isolasi mandiri sampai hasil swab test keluar,” katanya.

Untuk meminimalisir penularan, tempat usaha tersebut ditutup sementara melalui surat yang dikeluarkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Desa Lembang, dengan nomor 035/STPC19.LGB/X/2020.

Seorang pemilik restoran di Lembang meninggal karena Covid-19, Rabu (28/10/2020). Namun hingga kini wisatawan tetap padat. (istimewa)

Kepala Desa Lembang Yono Maryono menjelaskan penutupan tempat usaha milik keluarga H tersebut untuk meminimalisir penularan Covid-19. Ada dua tempat usaha yang ditutup sementara dan posisinya berdampingan.

“Kita sebelumnya koordinasi dengan Puskesmas Lembang, lalu Gugus Tugas Pemerintah Desa Lembang langsung menutup sementara tempat usaha almarhum,” bebernya.

Pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan penutupan akan berlangsung. Sebab masih menunggu hasil swab test dari kontak erat diterima. Ia berharap hasilnya negatif, sehingga usaha tersebut bisa kembali dibuka. “Kita juga minta masyarakat jangan panik dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya. (*)

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment