Haduh! Pembangunan Alun-Alun Cililin Sudah Dua Tahun Molor

BandungRayaKita, KBB43398 Views

Bandungkita.id, KBB – Pembangunan Alun-Alun Cililin yang sudah makan waktu dua tahun belum juga selsai, mulai memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak, seberapa hebat Litle Madinah tersebut dibangun?

Alun-Alun yang sebelumnya berupa lapangan terbuka, merupakan tempat berbagai kegiatan dan interaksi sosial masyarakat Cililin. Seperti berolahraga, upacara, keagamaan, hingga peringatan hari besar nasional berpusat disitu di jantung Cililin tersebut.

Melihat kondisi Alun-Alun yang kumuh, tahun anggaran 2022 Pemda Kabupaten Bandung Barat melakukan penataan untuk menyulap menjadi sebuah taman bernuansa religius.

Mengusung konsep Litle Madinah, Groundbreaking pembangunan Alun-Alun Cililin dimulai dengan ditandai penekan tombol oleh Plt Bupati KBB Hengky Kurniawan dan Kepala Staf Angkatan Darat/KASAD , Jendral Dudung Abdurahman.

Baca Juga:

Kabupaten Bandung Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di KIM Festival 2023

Intip Antusias Warga Kota Bandung Hadiri Reses Dewan Ini

[Video] Simak Obrolan Ganjar di Chanel Youtobe Bersama Anaknya Soal Privilege Dimenit Ini!

Berdasarkan laman LPSE KBB, Bandungkita.id mendapatkan data Pembangunan Alun-Alun Cililin menelan biaya Rp 20.468.724.856 dari APBD KBB. Proyek tersebut dikerjakan oleh dua perusahaan berbeda dalam dua tahun anggaran.

Tahap pertama dikerjakan PT. Pulau Intan Perdana dari Bogor nilai kontrak Rp. 13.279.903.294, tahun anggran 2022 dan tahap kedua dikerjakan PT. Tandang Makalangan dari Kota Bandung, nilai kontrak Rp. 7.188.821.562, tahun anggaran 2023.

Niat Pemda KBB melakukan penataan, terlebih dahulu harus menyelsaikan setidaknya dua persoalan kursial yang sempat memicu kegaduhan ditengah masyarakat, status kepemilikan lahan, yang saat itu masih milik desa dan penempatan pedagang kaki lima/PKL, dengan jumlah yang tidak sedikit.

“Lahan Alun-Alun sebelumnya memang milik desa Cililin, tapi karena akan digunakan untuk kepentingan pemerintah, saat ini sertifikatnya sudah milik Pemda KBB”, terang Tedy Kusnaedi, Kepala Desa Cililin saat ditemui Bandungkita.id di kantornya.

Tedi juga menyampaikan bahwa tidak semua lahan Alun-Alun sudah bersertifkat Pemda. Karena ada sebagian yang masih milik desa, seperti lahan terminal yang dikelola Dishub KBB, hingga kini masih milik desa.

“Tidak semua sudah bersertifikat Pemda, lahan yang dipakai oleh Dishub masih milik desa, mereka (Dishub.red) pernah meminta lahan tersebut untuk disertifikatkan oleh mereka, tapi tidak kami berikan,” sambungnya.

Video Pilihan:

INVESTIGASI || Dua Tahun Alun – Alun Cililin Dibangun Tapi Masih Ditutup Ada Apa?

Disinggung soal kompensasi atas penggunaan lahan milik desa oleh Pemda KBB, Tedi mengaku tidak pernah mendapatkan kompensasi apapun dan menyebutnya lahan tersebut sama-sama milik negara yang akan digunakan oleh negara.

”Desa tidak menerima kompensasi apapun atas penggunaan lahan oleh Pemda, tanah negara akan digunakan oleh negara tidak apa-apa kan?,” tanya Tedi.

Pengerjaan Alun-Alun Cililin terasa sangat sangat lambat karena sudah berjalan dua tahun masih belum selsai. Molornya pengerjaan mendapat sorotan dan pertanyaan banyak pihak, mereka menyebut kelamaan.

Beberapa waktu lalu, sebelum mengakhiri masa jabatannya, Bupati Hengky melaunching Alun-Alun Cililin yang belum layak dipamerkan kepada khalayak, entah untuk keperluan apa. Mungkin untuk sebuah legacy?

Setelahnya Alun-Alun Cililin ditutup kembali dengan dalih untuk perbaikan kerusakan pasca launching, kebijakan menutup kembali setelah diresmikan membuat Pemda dirujak dengan berbagai kritikan warga.

“Dua tahun belum selsai, kelamaan broo, seberapa hebat fasilitas yang dibangun didalamnya?,” sindir Dadan Nugraha, warga Cihampelas.

Mengomentari bahwa belum dibukanya pagar pengaman taman karena masih dalam masa pemeliharaan, Dadan menyebutkan bahwa seharusnya dilakukan pemiliharaan berjalan dan warga diperbolehkan menggunakan semua fasilitas yang dibangun.

“Lho, gimana ini, seharusnya dilakukan pemiliharaan berjalan, alun-alun dengan segala pasilitasnya tetap dibuka dan boleh digunakan warga, apabila ada kerusakan ya diperbaiki, karena ada porsentase dana pemeliharaan milik pengembang yang belum dibayarkan oleh Pemda, aturanya begitu kan?,” papar Dadan, yang terdengar sangat paham betul soal alur proyek pekerjaan di Pemda.

Terkait banyaknya nyinyiran warga atas pekerjaan Alun-Alun Cililin, Kadis PUTR KBB menyebutkan bahwa pihaknya masih melakukan perbaikan-perbaikan dan berkoordinasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah/OPD.

“Kami masih melakukan perbaikan-perbaikan pasca peresmian beberapa waktu lalu dan untuk keamanan kami berdiskusi dalam FGD (Forum Diskusi Group, Red.), PUTR, Dishub, Kesbangpol dan Kecamatan,” ucap Aan, Kepala Dinas PUTR KBB melalui pesan Whatsapp.

Terpisah Penjabat Bupati KBB menyampaikan bahwa pembukaan taman alun-alun Cililin segera tidak lama lagi akan dilakukan.

“Segera TL”, pesan Whatsapp dari Penjabat Bupati KBB, Arsan Latif, yang diterima Bandungkita.id. (Dadang gondrong)